Saturday, August 15, 2020
       
Home Apps Hadapi New Normal, Aplikasi PeduliLindungi Tambah Fitur

Hadapi New Normal, Aplikasi PeduliLindungi Tambah Fitur

-

Jakarta, Selular.ID – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Kementerian BUMN dan Telkom Indonesia menambahkan beberapa fitur untuk memudahkan pengguna Aplikasi PeduliLindungi dalam menghadapi new normal.

Johnny G. Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika mengatakan, bahwa apikasi
PeduliLindungi hingga saat ini sudah mencapai hampir 4 juta pengguna.

“Tepatnya aplikasi ini telah diunduh
3.944.793 di Google Play Store dan Apps Store. Kami harapkan masyarakat lebih aktif untuk mengunduh aplikasi karena sangat penting untuk mengetahui dan mencegah persebaran pandemi Covid-19,” ungkap Jhonny.

Untuk terus memberikan informasi terbaru, Jhonny menyebutkan bersama-sama dengan Telkom meningkatkan agar aplikasi ini bisa digunakan juga oleh pengguna perangkat telepon yang non-smartphone melalui teknologi SMS.

Johnny merinci fitur yang sudah ada dalam Aplikasi PeduliLindungi antara lain:

Contact Tracing 14 hari menggunakan teknologi bluetooth

Tracking closed-contact user menggunakan teknologi GPS atau global positioning system,  Fencing untuk mendukung isolasi mandiri user menggunakan teknologi GPS. Untuk WNI dan WNA yang memasuki wilayah yuridiksi nasional di batas negara di 7 pintu imigrasi.

Menurut Jhonny, pemerintah juga membuat dashboard monitoring yang digunakan untuk tracing, tracking, dan fencing.

Apabila melewati batas wilayah karantina sampai dengan 500 meter, user atau pengguna yang bersangkutan langsung terlhat dalam dashboard.

“Kemudian, para pejabat, dokter-dokter atau operator-operator yang ada di dasbord Kementerian Kesehatan bisa langsung mengingatkan kepada pasien untuk segera kembali ke wilayah karantina atau isolasi mandirinya, serta dapat melakukan juga melalui pendekatan-pendekatan offline setelahnya,” paparnya.

Digital Diary dan Kenormalan Baru

Jhonny menyatakan pengembangan aplikasi selanjutnya pertama diarahkan  menambah QR Code untuk digital diary perjalanan pengguna. QR Code untuk WNI dan WNA yang memasuki wilayah yurisdiksi nasional, batas negara di tujuh pintu atau gate imigrasi, dan dengan secara langsung ditetapkan sebagai ODP.

Jhonny berharap, pada minggu ketiga bulan Juni ini pengembangan QR Code untuk digital diary ini sudah bisa di-launching agar bisa digunakan oleh masyarakat.

Fitur lain yang akan dikembangkan  adalah QR Code untuk diary perjalanan user yang dibuat sesuai dengan pemintaan Presiden dan ditargetkan bisa diguankan Minggu ketiga Juni 2020. Selain itu, kedua, fitur registrasi hasil rapid test dan swab test sebagai passport user pada masa relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Minggu pertama Juli 2020.

Face Recognition

Kemudian, teknologi Face Recognition untuk pengecekan suhu tubuh dan masker sebelum user masuk ke area public atua gedung pada Minggu kedua Juli.

Pengembangan Untuk Non Smartphone

Selanjutnya akan dikembangkan Aplikasi PeduliLindungi untuk pengguna non-smartphone Minggu ketiga Juli 2020. Karena saat ini pengguna smartphone itu cukup signifikan jumlahnya, namun yang nonsmartphone jauh lebih besar. Sehingga pengguna non-smartphone juga mendapatkan akses Aplikasi PeduliLindungi kita harapkan pengguna semakin banyak dan aplikasi ini makin bermanfaat dalam rangka membantu masyarakat mencegah tertular Covid-19,” jelasnya

Membangun Software Development Kit

(SDK) agar Aplikasi PeduliLindungi dapat dimanfaatkan di apps lain pada Minggu keempat Juli 2020, SDK dapat dimanfaatkan di berbagai aplikasi. Ia menyontohkan jika di aplikasi Go-Jek ada kerjasama dengan PeduliLindungi maka seluruh driver Go-Jek bisa menggunakan aplikasi tersebut.

Kemudian Chief Digital Innovation Officer Telkom Indonesia, menyatakan Aplikasi PeduliLindungi sudah mengguanakan seluruh teknologi telepon pintar mulai dari GPS, bluetooth dan QR Code.

“Aplikasi ini bisa dikembangkan untuk manfaat yang lebih besar. Dan kami sebagai developer membuka kesempatan kepada para start up atau pemilik aplikasi lain yang lain” jelasnya menegaskan kesediaan untuk kolaborasi dengan anak negeri.

Tak hanya pengembang aplikasi, Faizal juga membuka peluang bagi peneliti di Indonesia untuk mengembangkan fitur lain. “Sehingga dapat memperkaya Aplikasi PeduliLindungi sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ahmad M. Ramli, Dirjen PPI menyatakan saat ini Kementerian Kominfo telah memperbarui payung hukum untuk menjaga kepastian perlindungan terhadap data masyarakat.

“Aplikasi PeduliLindungi ini tidak hanya dimanfaatkan ketika kita pandemi tapi ketika kita memasuki normal kita juga memanfaatkan ini oleh karena itu diperlukan adanya perubahan Keputusan Menteri Nomor 171 Tahun 2020 itu telah diubah dan ditandatangani Pak Menteri Kominfo,” ungkap Ramli.

Perubahan yang terjadi pada versi ke lima Aplikasi PeduliLindungi itu, menurut Ramli, antara lain memasukan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai institusi yang melakukan asesmen terhadap semua fitur.

Setiap versi yang akan di-launching selalu dilakukan asesmen terlebih dulu oleh BSSN untuk menjamin keamanannya. Demikian juga dengan perlindungan data pribadi.

Baca Juga :Kementerian dan Lembaga Pemerintah Wajib Kampanyekan PeduliLindungi

Oleh karena itu, Ramli mengharapkan masyarakat tidak perlu ragu untuk menggunakan Aplikasi PeduliLindungi.

“Jadi masyarakat tidak perlu ragu untuk mengunduh ini dan masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi ini untuk kepentingan transportasi, pemesanan tiket pesawat udara dan lain-lain. Karena di sana juga akan ada fitur sertifikat terkait dengan swab test,” paparnya

Upcoming Event

Upcoming Event

Latest