Sunday, June 7, 2020
Home News Manfaatkan Data Facebook, CSIS Laporkan Pergerakan Selama PSBB

Manfaatkan Data Facebook, CSIS Laporkan Pergerakan Selama PSBB

-

Jakarta, Selular.ID – Facebook bersama dengan Center for Strategic and Internasional Studies (CSIS) mengandalkan data dari peta pencegahan penyakit guna mengamati pola pergerakan masyarakat selama PSBB di Indonesia.

Kerja sama ini sudah berlangsung sejak April lalu, dimana data yang dikumpulkan pada peta pencegahan penyakit berasal dari program ‘Data for Good’ Facebook.

“Peta pencegahan penyakit ini bertujuan memberikan tambahan pemahaman atau data point kepada mitra-mitra Facebook, termasuk akademisi dan organisasi nirlaba. Kami berharap ini bisa meningkatkan efektivitas pencegahan penyakit,” ujar Noudhy Valdryno, Manajer Kampanye Kebijakan untuk Facebook di Indonesia, melalui Facebook Live, Selasa (19/5).

Dalam kesempatan yang sama, Peneliti CSIS, Edbert Gani, mengungkapkan bahwa data tersebut sangat berguna untuk memantau pergerakan antar kota, terutama zona merah Covid-19.

“Ada beberapa analisa kunci yang kami lakukan, tim CSIS berfokus terutama pada pergerakan selama masa pandemi ini. Misalnya, di dalam Jakarta sendiri seperti apa, dan yang paling penting pergerakan antar manusia, terutama pengguna Facebook, antar wilayah, dari satu kota ke kota lain,” terang Gani.

Baca juga: Facebook Andalkan Peta Pencegahan Penyakit Guna Amati Penyebaran Covid-19 di Indonesia

Peneliti CSIS itu mengatakan kebijakan pemerintah sangat berpengaruh dalam pola pergerakan selama PSBB. Terbukti, pertama kali PSBB diberlakukan berhasil mencatat penurunan mobilitas.

“Setelah ada larangan mobilitas, ternyata memang ada peningkatan orang-orang yang tidak melakukan mobilitas. Artinya, memang kebijakan pemerintah memberikan sinyal dan ada efeknya” lapor Gani.

Di sisi lain, hasil analisa keseluruhan juga mencatat adanya aktivitas perekonomian dan mobilitas yang masih tinggi di Jabodetabek. Gani beralasan ini dipicu oleh sekelompok masyarakat yang bekerja di Ibukota tetapi tinggal di kota penyangga, misalnya Tanggerang.

“Ada rotasi pergerakan, misalnya yang kerja di Jakarta tapi rumahnya di kota lain,” pungkasnya.

“Ternyata memang ada pola komuter dari ketenagakerjaan kita (Indonesia)” sambung Gani.

Lebih lanjut, lewat data Facebook, CSIS juga bisa memantau arus mudik. Namun, saat ini perusahaan tersebut masih mengujinya.

“Tapi kalau kita liha trennya, pergerakan antar wilayah itu rendah. Namun, itu belum ada konteks kita mengevaluasi kebijakan pemerintah yang merelaksasi imbauan mudik,” kata Gani.

Untuk itu, Dirinya pun berharap hasil analisa ini bisa dimanfaatkan pemerintah untuk sekedar mengevaluasi kebijakan PSBB atau bahkan membuat kebijakan baru.

“Kuncinya, kita tidak bisa lepas dari kebijakan pemerintah. Karena, apa pun kebijakan dari pemerintah, akan memberikan sinyal tak hanya kepada pasar tapi kepada masyarakat itu sendiri.” ujarnya.

“Ketika ada kelonggaran atau perubahan, tapi tidak dikomunikasikan dengan baik, maka masyarakat bisa berpikir, ‘oh berarti kita bisa mudik sekarang’,” tutup Gani.

TERBARU

Meluncur Lusa, Ini Perkiraan Harga Redmi Note 9 dan...

Jakarta, Selular.ID – Xiaomi mengonfirmasi produk terbaru segera rilis di Indonesia. Melalui media sosial,...

Perluas Bisnis, WhatsApp Buka Lowongan Kerja di Indonesia

Jakarta, Selular.ID - Facebook terus melirik pasar Indonesia. Kali ini, platform perpesanan WhatsApp dilaporkan...

Peluncuran iPhone 12 Akan Ditunda

Jakarta, Selular.ID - Usai banyaknya prediksi waktu peluncuran iPhone 12 yang beredar, Apple rupanya...

Latest