Wednesday, June 3, 2020
Home News Feature Langkah Cepat Singapura Membangun Jaringan 5G

Langkah Cepat Singapura Membangun Jaringan 5G

-

Jakarta, Selular.ID – Setelah mempelajari proposal yang diajukan operator, Otoritas Pengembangan Media Infocomm (IMDA) Singapura, memberikan Singtel dan perusahaan patungan antara StarHub dan M1 lisensi untuk membangun dua jaringan 5G mandiri nasional (stand alone/SA), dengan target peluncuran dilakukan pada Januari 2021.

Sesuai keputusan IMDA, kedua operator masing-masing dialokasikan 100MHz spektrum 3.5GHz. Keduanya akan diminta untuk membangun jaringan setidaknya setengah dari Singapura pada akhir 2022. Selanjutnya perluasan jaringan 5G secara nasional diharapkan dapat tercapai pada akhir 2025.

Dengan keputusan tersebut, Singapura akan menjadi salah satu negara pertama di dunia yang meluncurkan jaringan SA. Menyusul China dan Korea Selatan yang telah meluncurkan 5G komersial pada akhir tahun lalu. Sebelumnya pemerintah menunda merilis spektrum 5G hingga tahun ini untuk pindah langsung ke versi SA sejak awal.

Dengan lisensi 5G hanya diberikan kepada dua operator tersebut, maka operator lain hanya memiliki akses ke jaringan melalui skema wholesale arrangements.

Tan Kiat How, CEO IMDA, mengatakan bahwa situasi Covid-19 yang sedang berlangsung menggarisbawahi kekritisan infrastruktur digital yang kuat dan pentingnya investasi yang tepat waktu untuk memenuhi kebutuhan konektivitas nasional.

Tan menyebutkan pihaknya telah menerima tiga proposal, dengan pemenang dipilih berdasarkan penilaian komprehensif tentang bagaimana program yang diajukan operator akan memberikan hasil terbaik untuk bisnis dan konsumen di Singapura.

TPG Telecom, yang memenangkan lelang spektrum hanya terbuka untuk pendatang baru pada Desember 2016 dan baru-baru ini meluncurkan layanan, adalah penawar lainnya.

IMDA mengatakan usaha patungan antara StarHub dan M1 akan mengerahkan dan memiliki bagian-bagian penting dari jaringan 5G, menyewakan akses ke dua operator yang akan terus beroperasi secara terpisah dan menyediakan layanan ritel kepada pelanggan.

BRTI Singapura itu menyebutkan bahwa jaringan 5G nasional akan dilengkapi dengan penyebaran mmWave lokal yang menyediakan hotspot berkapasitas tinggi, memungkinkan semua operator, termasuk TPG Telecom dan operator MVNO, untuk menawarkan layanan generasi mendatang. Singtel, StarHub dan M1 juga masing-masing akan ditugaskan beroperasi pada 800MHz spektrum mmWave.

Keputusan IMDA memberikan lisensi 5G kepada operator domestik, membuat Singapura kembali leading dalam pengembangan teknologi selular dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Hal itu tak lepas dari kebijakan pemerintah Singapura yang memandang 5G sebagai teknologi strategis, seperti halnya 4G yang sudah menunjukkan maturitas.

IMDA meyakini bahwa 5G akan membentuk masa depan lanskap teknologi negeri kepulauan itu. IMDA berkewajiban menyempurnakan misi tersebut, dengan mengatakan bahwa jaringan 5G tidak hanya bermanfaat untuk mendukung layanan broadband selular yang lebih cepat.

Namun juga keandalan yang lebih besar, latensi yang lebih rendah, dan kemampuan untuk menghubungkan lebih banyak perangkat dalam ekosistem IoT (Internet of Things).

Pemerintah Singapura berencana untuk menggunakan 5G, yang menawarkan transmisi data tanpa batas, untuk memasang sekitar 100.000 lampu jalan pintar yang dilengkapi dengan sensor dan kamera pengintai. Fasilitas itu juga bisa dimanfaatkan untuk komunikasi yang terlibat dalam mengemudi otomatis.

Tak dapat dipungkiri, selain dukungan infraktur 4G yang sudah merata, cepatnya Singapura mengeksekusi 5G, juga karena faktor wilayah yang tak terlalu luas.

Hitesh Prajapati, Country Manager Singapura di perusahaan penyedia peralatan telekomunikasi asal Amerika Vertiv, menyebutkan bahwa siapa yang memenangkan perlombaan 5G dapat bermuara pada geografi sederhana.

Menurutnya, penyebaran menjadi lebih kompleks jika jaringan mobile generasi mendatang dimaksudkan untuk mencakup area yang lebih besar, karena investasi ke setiap BTS harus dipercepat agar hasilnya dapat merata.

Seperti halnya 4G, Prajapati menyebutkan bahwa Singapura, sebagai negara kota, secara alami akan memimpin dalam penetrasi 5G karena ukurannya yang kecil.

“Meluncurkannya di Singapura tentu jauh lebih sederhana. Berbeda dengan hanya di Filipina atau Indonesia yang jauh lebih sulit untuk mendapatkan jangkauan jaringan karena luasnya wilayah. Jadi, akan butuh banyak waktu lebih lama untuk mendapatkan penetrasi yang Anda inginkan,” pungkas Prajapati.

TERBARU

Sony Tunda Acara PS5

Jakarta, Selular.ID - Usai mengumumkan bakal menggelar acara PS5  pada 5 Juni, kini Sony...

Epic Game Gratiskan Sludge Life Selama Setahun

Jakarta, Selular.ID – Setelah sebelumnya Epic Game bagi-bagi gratis game GTA V, Civilization VI,...

LG Velvet Tersedia di Pasar Eropa

Jakarta, Selular.ID - Setelah beberapa kali merilis video promosi, LG Velvet akahirnya diluncurkan di...

Latest