Wednesday, June 3, 2020
Home News Enterprise CEO Ericsson: Kualitas Jaringan adalah Kunci ARPU dan Churn Rate Operator

CEO Ericsson: Kualitas Jaringan adalah Kunci ARPU dan Churn Rate Operator

-

Jakarta, Selular.ID – Pembatalan perhelatan akbar MWC 2020 membuat perusahaan-perusahaan teknologi merancang sendiri acara mereka guna memamerkan teknologi terbaru miliknya. Karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, mereka menyelenggarakannya secara livestreaming.

Salah satu perusahaan yang melakukannya adalah Ericsson, hari ini (11/5/2020) menggelar acara global bertajuk Ericsson Unboxed Office.

Membuka acara dari kediamannya melalui konferensi video, President and CEO Ericsson, Börje Ekholm, menjelaskan pentingnya konektivitas selama masa krisis, serta kesempatan yang dimiliki saat ini untuk memikirkan kembali bagaimana jaringan dapat digunakan di masa depan.

“Kesehatan, keamanan, dan kesejahteraan karyawan, pelanggan, serta mitra kami merupakan prioritas utama kami. Kami bekerja keras dalam melakukan apa yang dapat kami kontribusikan dalam upaya mengendalikan dan memperlambat pandemi ini,” ujar Ekholm dalam menanggapi krisis COVID-19 yang sedang berlangsung.

Ekholm menekankan pentingnya jaringan komunikasi yang kuat dan dapat diandalkan pada keadaan saat ini. Menjaga hubungan baik untuk tetap dekat dengan pelanggan serta selalu menyediakan konektivitas dan kualitas jaringan terbaik bagi mereka juga merupakan hal yang penting untuk terus dilakukan.

“Bahkan di saat sebuah negara menjalani lockdown, teknisi kami tetap bekerja untuk menjaga jaringan tetap siaga dan berjalan normal,” ujarnya.

CEO Ericsson juga menyoroti perubahan transformatif yang telah terjadi pada jaringan selama dua bulan terakhir. Perubahan tersebut menunjukkan perpindahan trafik secara cepat dari area bisnis ke area perumahan hanya dalam hitungan hari. Pada banyak jaringan, trafik meningkat sebesar 20 persen.

Bahkan dengan aturan “stay at home” yang berlaku hampir di seluruh dunia, Ericsson mampu memfasilitasi karyawan yang mengoperasikan jaringan pelanggan dari Network Operation Centers global di rumah mereka masing-masing tanpa memengaruhi kinerja mereka.

Ericsson menetapkan aturan kerja jarak jauh secara global sejak awal Maret dan kini sebanyak 85.000 karyawannya rutin bekerja dari rumah.

Pentingnya kualitas jaringan

“Lebih penting dari sebelumnya, konektivitas adalah kunci. Seiring dengan penyebaran COVID-19, jaringan telekomunikasi yang stabil (fixed) dan seluler telah menjadi bagian yang lebih besar dalam infrastruktur yang sangat kritikal saat ini. Hal ini menunjukkan pentingnya kualitas pada konektivitas,” ujar Ekholm.

Berdasarkan studi terbaru tentang data siklus hidup 4G pada lebih dari 30 negara, Ericsson menganalisa hubungan antara kualitas jaringan dan kinerja keuangan. Kesimpulan dari studi tersebut menunjukan bahwa kualitas jaringan merupakan cara ampuh untuk menurunkan tingkat berhentinya pelanggan (churn rate) dan meningkatkan pendapatan rata-rata dari tiap pengguna (ARPU).

“Jika kita mengamati seluruh penyedia layanan, tidak hanya yang menjadi pemimpin pasar, kualitas jaringan berhubungan dengan peningkatan ARPU dan penurunan churn rate. Sederhananya, investasi pada kualitas jaringan yang dilakukan secara terus menerus akan memuaskan pelanggan.”

5G menawarkan kesempatan bagi penyedia layanan untuk memperoleh keuntungan sebagai penggerak pertama (first-mover) serta menciptakan perbedaan performa jaringan yang signifikan dengan pesaing.

“Kami telah melihat tanda-tanda awal dari penyedia layanan yang memonetisasi berbagai kesempatan bisnis dari 5G. Hal tersebut terjadi dengan adanya tren ARPU yang positif dan pendapatan yang terus meningkat dalam menjadi pelopor di pasar 5G,” ucap Ekholm.

Masa depan 5G

Mengingat betapa pentingnya konektivitas, serta melihat 5G secara khusus sebagai infrastruktur nasional, Ekholm meyakini bahwa sudah menjadi bagian dari kepentingan umum untuk memastikan jaringan yang sudah tersebar merata, berkualitas tinggi, terjangkau dan aman akan tersedia kapanpun dan dimanapun itu dibutuhkan.

“5G akan membuka potensi dari Revolusi Industri Keempat, serta akan menjadi landasan di mana daya saing relatif sebuah negara akan terbentuk. Di saat 4G memungkinkan ekonomi berbasis aplikasi, 5G akan menjadi platform inovasi terbuka terhebat yang pernah ada,” ucapnya.

Ekholm menambahkan bahwa 5G akan mendorong nilai dari bisnis-bisnis di sektor publik dan swasta secara eksponensial, termasuk efisiensi dari pelayanan publik serta performa yang baru dan lebih efektif, contohnya di bidang kesehatan, pendidikan, transportasi, dan pengendalian bencana.

“Sangat penting bagi kebijakan publik untuk mendukung usaha penyempitan kesenjangan digital (digital divide) ini. Pemerintah harus memastikan setiap masyarakat dan pelaku bisnis dapat menikmati keuntungan dari era 5G secara merata.”

Menurut Ekholm, hal ini termasuk negara-negara dapat melakukan upaya untuk mengembangkan kebijakan umum dan menyeluruh guna memaksimalkan insentif investasi bagi sektor swasta. Selain itu, langkah lain yang dapat diambil adalah membuat spektrum 5G yang memadai agar dapat tersedia secepat mungkin serta mengoptimalkan pembagian spektrum untuk mewujudkan konektivitas 5G yang ekspansif.

“Pada masa krisis seperti sekarang, kami sangat bangga dengan para karyawan kami, merekalah yang membantu kami menghubungkan dunia. Kami memiliki orang-orang terbaik di industri telekomunikasi dan saya tahu saya berbicara untuk seluruh karyawan Ericsson, ketika saya mengatakan bahwa kami, dan akan terus, menjadi perusahaan terdepan di kancah dunia.”

TERBARU

Sony Tunda Acara PS5

Jakarta, Selular.ID - Usai mengumumkan bakal menggelar acara PS5  pada 5 Juni, kini Sony...

Epic Game Gratiskan Sludge Life Selama Setahun

Jakarta, Selular.ID – Setelah sebelumnya Epic Game bagi-bagi gratis game GTA V, Civilization VI,...

LG Velvet Tersedia di Pasar Eropa

Jakarta, Selular.ID - Setelah beberapa kali merilis video promosi, LG Velvet akahirnya diluncurkan di...

Latest