Saturday, March 28, 2020
Home News FinTech Pasar Beringharjo dan Kawasan Malioboro Kini Dukung Transaksi Nontunai Digital

Pasar Beringharjo dan Kawasan Malioboro Kini Dukung Transaksi Nontunai Digital

-

Jakarta, Selular.ID – Malioboro kini diwarnai nuansa digital berkat kehadiran dompet digital Dana di kawasan legendaris dan ikonik di Yogyakarta ini.

Dengan sepenuhnya mendukung QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard), pengunjung kawasan Malioboro sekarang sudah dapat bertransaksi nontunai yang lebih aman, nyaman, dan praktis ketika berbelanja di Pasar Beringharjo, pasar tertua dan terbesar di Yogyakarta.

Pengunjung juga dapat memanfaatkan Dana untuk menikmati transportasi tradisional bebas polusi, andong, di sekitar kawasan Malioboro.

Darrick Rochili, Chief Innovation Officer Dana mengungkapkan perusahaannya melihat kawasan Malioboro Yogyakarta, termasuk Pasar Beringharjo, sebagai kawasan wisata budaya yang sarat dengan kegiatan dan transaksi ekonomi. Kawasan tersebut menjadi titik interaksi sosio-ekonomi antara budaya bertransaksi urban yang dibawa oleh para wisatawan dan banyaknya kalangan intelektual yang mulai mengenal nontunai, dengan budaya bertransaksi yang masih serba tunai, belum tercatat dengan bijak, serta rentan dari sisi keamanan, yang masih diterapkan oleh kalangan tradisional.

Melalui keunggulan Dana, masyarakat luas diharapkan makin dapat merasakan dan membuktikan sendiri kepraktisan dan kemudahan dalam bertransaksi nontunai secara digital. Pedagang pasar maupun sais andong dapat memanfaatkan Dana untuk memberikan layanan yang lebih cepat, akurat, efisien, dan tidak perlu direpotkan dengan penyediaan uang kembalian.

Tak hanya di merchant-merchant yang telah menjadi mitra bisnis Dana, masyarakat juga bisa bertransaksi di semua merchant yang bisa menerima pembayaran nontunai digital yang telah mendukung QRIS untuk pembayaran.

Karena, Dana sendiri sudah 100% menerapkan standarisasi QRIS di setiap mitra merchant-nya.

Melalui pengalaman penggunaan Dana yang makin luas dan kaya, masyarakat tradisional diharapkan makin yakin untuk melakukan transformasi menuju budaya nontunai digital yang lebih efisien, sehingga inklusi keuangan di kalangan masyarakat makin meningkat.

Latest