Sunday, June 7, 2020
Home News Market Update Meski Sudah Pangkas Harga, Penjualan iPhone Belum Kembali Pulih

Meski Sudah Pangkas Harga, Penjualan iPhone Belum Kembali Pulih

-

Jakarta, Selular.ID – Apple mencatat rebound yang kuat dalam pengiriman iPhone di China pada bulan terakhir 2019, meskipun pasar secara keseluruhan mengalami penurunan dua digit.

Berdasarkan laporan dari Akademi Teknologi Informasi dan Komunikasi China (CAICT), pengiriman smartphone di China daratan turun 13,7 persen tahun-ke-tahun pada Desember menjadi 28,9 juta unit.

Berdasarkan angka-angka tersebut, Bloomberg memperkirakan Apple mencatat kenaikan pengiriman iPhone sebesar 18,7 persen menjadi 3,18 juta unit.

Meningkatnya permintaan terhadap iPhone, tak lepas dari strategi yang diterapkan Apple. Perusahaan memutuskan untuk memangkas harga model iPhone 2018 sebesar 6% di negeri Tirai Bambu itu. Begitu pula dengan iPhone XS dan XS Max. Dengan penurunan yang dilakukan Harga iPhone pun lebih terjangkau dibandingkan sebelumnya.

Misalnya, iPhone XR 64GB kini dijajakan 6.199 Yuan (setara dengan Rp13,1 juta dengan nilai tukar saat ini), atau menurun 4,6% dari 6.499 Yuan.

Pemotongan harga berkisar sekitar 500 Yuan (Rp1 juta) juga terjadi pada iPhone XS sampai iPhone XS Max.

Meski mengalami peningkatan penjualan, namun secara keseluruhan kinerja Apple di China sepanjang 2019 masih belum sepenuhnya pulih.

Menurut laporan Canalys, pangsa pasar raksasa teknologi yang berbasis di Cupertino, California, turun menjadi 5,2 persen pada kuartal ketiga dari 7 persen pada Q3 2018, dengan pengiriman turun 28 persen menjadi 7,1 juta unit.

Meskipun iPhone 11 dirilis pada bulan September, analis Credit Suisse memperkirakan pengiriman iPhone turun dua digit, sepanjang Oktober dan November.

Selama tahun ini, CAICT mengatakan pengiriman smartphone secara keseluruhan di China turun 4,7 persen menjadi 371,7 juta unit, penurunan tahunan ketiga secara berturut-turut.

Canalys mengungkapkan permintaan ponsel di China pernah mencapai puncak pada 2016. Tak kurang dari 477 juta unit terjual pada tahun itu. Namun setelahnya, penjualan terus menukik.

Para analis menyimpulkan bahwa melemahnya pasar iPhone di China karena perang dagang yang terjadi antara China dan Amerika Serikat. Perang dagang tersebut mendorong China untuk menggunakan brand lokal mereka.

Sejauh ini brand yang paling menikmati dari perang dagang adalah Huawei. Canalys melaporkan, pada kuartal ketiga 2019, brand yang memiliki logo seperti bunga merah menyala itu, menguasai 42 persen pangsa pasar di China.

Pengiriman pasar ponsel pintar China sekitar 98,9 juta unit pada kuartal ketiga 2019, turun 3,6% YoY menurut data dari IDC.

Huawei memimpin pasar ponsel pintar di China pada Q3 2019 dengan pengiriman 41,5 juta unit, meningkat 64,6% YoY. Vivo (18,1 juta unit), oposisi (16,4 juta unit), Xiaomi (9,7 juta unit) dan Apple (8,1 juta unit) berada di peringkat kedua hingga kelima.

TERBARU

Perluas Bisnis, WhatsApp Buka Lowongan Kerja di Indonesia

Jakarta, Selular.ID - Facebook terus melirik pasar Indonesia. Kali ini, platform perpesanan WhatsApp dilaporkan...

Peluncuran iPhone 12 Akan Ditunda

Jakarta, Selular.ID - Usai banyaknya prediksi waktu peluncuran iPhone 12 yang beredar, Apple rupanya...

Samsung Galaxy Note 20 Bakal Dirilis Agustus Tahun ini?

Jakarta, Selular.ID - Meskipun situasi pandemi Covid-19 tak kunjung usai, Samsung dilaporkan bakal tetap...

Latest