Friday, February 21, 2020
Home News Fitur Baru Instagram Dianggap Berlebihan

Fitur Baru Instagram Dianggap Berlebihan

-

Jakarta, Selular.ID – Sebagai upaya memerangi hoaks, Instagram belum lama ini merilis sebuah fitur terbaru yang bisa menandai foto palsu. Namun alih-alih melindungi penggunanya, justru fitur tersebut dikhawatirkan bertindak bertindak terlalu jauh.

Dilaporkan Peta Pixel, Instagram mulai melakukan penyisiran terhadap konten-konten palsu (hoaks) di platformnya. Penyisiran juga menyasar aneka gambar yang tidak sesuai aslinya atau dimanipulasi menggunakan aplikasi edit foto.


Hal ini diketahui dari sebuah postingan Instagram yang diunggah oleh akun MIX Society yang ternyata terkena “razia” Instagram lantaran dituding sebagai foto hoaks. Foto yang ditandai Instagram sebagai “unggahan yang tidak akurat” ini didapati oleh Toby Harriman, fotografer profesional, asal Amerika Serikat.

Dia menemukan pesan pop up ‘false information’, ketika scrolling eed akun instagram pribadinya. Pesan tersebut baru pertama kali ia temukan.Dalam hal ini, foto-foto tersebut tetap bisa diakses, tapi dengan penanda. Dalam kasus yang dialami Toby, salah satu fotonya menampilkan seorang pria yang tengah menghadap gunung pelangi, pada foto tersebut tertulis keterangan ‘See why fact-checkers say this is false’ di bagian bawah foto.

Ketika dikonfirmasi soal penandaan foto palsu itu, Instagram menyebutkan, jika sistem mereka memanfaatkan kombinasi feedback, dari komunitas serta teknologi mereka. Guna mengindentifikasi foto mana yang akan dikirim kepada pemeriksa fakta independent (pihak ketiga).

Apabila pemeriksa fakta tersebut menentukan bahwa sebuah foto dinilai palsu, maka foto itu akan disembunyikan dibalik sebuah pesan peringatan, sebelum seorangpun bisa melihatnya.

Namun saat ini sendiri, foto-foto yang dinilai palsu, akan dihilangkan dari laman explore serta hastag, lalu secara otomatis juga akan ditandai. Melihat fitur tersebut, Toby selaku fotografer terus memantau sejauh mana fitur itu akan bekerja.

lebih lanjut Toby menambahkan, jika dirinya sangat mengapresiasi jika fitur tersebut nantinya akan menandai foto asli vs editan photoshop. Namun Toby juga sangat menghormati seni digital dan tak ingin harus meng-klik notofikasi peringatan untuk melihatnya.

Baca Juga :Instagram Tambahkan Beberapa Efek Boomerang Baru

Pasalnya, Toby, Instagram disebut sedikit berlebihan kalau memang mereka menganggap foto yang ditujukan untuk konsumsi seni sebagai hoaks dan ujung-ujungnya tidak bisa dipajang secara gamblang di Instagram.

Upaya memimalisir foto dan video palsu juga dilakukan Facebook, media sosial ini mengumumkan akan memblokir video deepfake, langkah ini sebagai upaya memerangi hoaks. Deepfake merupakan hoaks berbentuk bentuk video, yang diedit dari video asli dengan teknologi artificial intelligence (AI) atau machine learning (ML).
Dilaporkan The Guardian, upaya Facebook ini dilakukan setelah Mark Zuckerberg dikritik habis-habisan atas segala masalah di Facebook, baik itu pelanggaran data, hoaks, kampanye Rusia, hingga ujaran kebencian.

Latest