Saturday, December 7, 2019
Home News Telco Berada di Frekuensi Sama, Pemerintah Pisahkan 5G dengan Satelit

Berada di Frekuensi Sama, Pemerintah Pisahkan 5G dengan Satelit

-

Jakarta, Selular.ID – Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) mengungkapkan rencananya untuk memisahkan jaringan 5G dengan satelit.

Pada gelaran Selular Telco Outlook 2020, Ismail selaku Direktur Jendral Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kominfo, mengungkapkan keduanya akan berada dalam satu frekuensi yang sama yaitu 3,5 Ghz.

Adapun, Kominfo telah menyiapkan pembatas berupa ‘Guard Band’. Hal ini disebut Ismail untuk menghindari terganggunya jaringan 5G atau sebaliknya.

“Tujuannya supaya tidak saling mengganggu,” ujar Ismail, Senin (2/12).

Baca juga: Telkomsel Raih Penghargaan dari Kominfo

Lebih lanjut, Kominfo sendiri menawarkan tiga jenis frekuensi berbeda untuk jaingan 5G. Adapun ketiganya yaitu lower band 3,5 Ghz, middle band 2,6 Ghz, serta upper band atau 2,8 Ghz. Namun, Kominfo lebih memprioritaskan kepada frekuensi 3,5 Ghz.

Bahkan, Telkomsel telah menguji coba frekuensi 3,5 Ghz untuk jaringan 5G beberapa waktu lalu. Perlu diketahui, frekuensi 3,5 Ghz sendiri sebelumnya digunakan untuk pemerataan jaringan di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

Seperti yang disampaikan sebelumnya, Kominfo melihat adanya peluang bagi jaringan 5G untuk berada di frekuensi prioritas. Meskipun begitu, tampaknya kehadiran 5G di Indonesia masih memerlukan waktu.

Pasalnya, Kominfo menyebut ada 4 hal yang perlu dipertimbangkan. Pertama terkait dengan waktu yang pas dalam membangun 5G. Adapun hal ini bertujuan untuk menghindari kegagalan pasar disisi permintaan dan suplay.

Kedua, operator masih belum mengusung konsep berbagi infrastuktur (infrastructure sharing) dalam membangun 5G. Langkah ini justru diklaim menguntungkan bagi Operator. Pasalnya, Ismail menyebut langkah ini bisa mengurangi biaya hingga 30 sampai 40 persen.

“iya memang benar bisa hemat cost 30 sampai 40 persen,” ungkap Ismail, Senin (2/12).

Baca juga: Selular Telco Outlook 2020: Reborn di Industri Telco

Hal itu sesuai dengan hasil riset yang dilaporkan oleh MCKinsey, bahwa dengan infrastructure sharing bisa menghemat biaya investasi 5G hingga 40 persen.

Selanjutnnya yang ketiga yaitu memaksimalkan implementasi 5G dengan menyalurkan kontribusi diberbagai lini Indonesia.

“Kami perlu kontribusi 5G untuk kepentingan sumber daya manusia (SDM), sektor pendidikan, kesehatan hingga masyarakat di pelosok Tanah Air.” paparnya.

Terakhir, Ismail menyebut hal ini tak terlepas dari kolaborasi antar perusahaan telekomunikasi. Adapun hal ini merujuk kepada perluasan jaringan tiap perusahaan telekomunikasi tersebut.

Ke depannya, Kominfo tak ingin terburu-buru dalam mengimplementasikan jaringan 5G di Indonesia. Pihaknya lebih ingin fokus pada pembangunan infrastuktur terlebih dahulu.

Latest