Sunday, December 15, 2019
Home News Enterprise XL Future Leaders Siapkan Mahasiswa Era Industri 4.0

XL Future Leaders Siapkan Mahasiswa Era Industri 4.0

-

Jakarta, Selular.ID – XL Axiata kembali mewisuda 150 mahasiswa Program XL Future Leaders (XLFL) dan memulai perkuliahan untuk 150 mahasiswa angkatan baru, dari 17.000 lebih pendaftar. Para mahasiswa XLFL berasal dari semua provinsi di Indonesia.

Group Head Corporate Communication XL Axiata, Tri Wahyuningsih mengatakan, hingga tahun ini Program XLFL sudah meluluskan 6 angkatan dengan total 850 mahasiswa. Dengan mahasiswa angkatan baru ini, sekarang ada sebanyak 300 mahasiswa yang sedang mengikuti program.

“Satu hal yang juga membuat kami senang, meski tak menjadi pertimbangan khusus pada seleksi, mahasiswa yang terpilih pada program kami ini, juga para alumni, berasal dari hampir seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Yang dari Aceh ada, Jawa, Bali, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, NTT, hingga dari Sorong, Papua,” ujarnya.

“Sebagian dari mereka yang telah lulus kini berkiprah di daerah asal melalui beragam aktivitas bisnis, pemerintahan, maupun proyek sosial,” sambungnya.

Para mahasiswa yang tahun ini menyelesaikan masa belajar berasal dari 35 perguruan tinggi negeri dan swasta yang terbesar di berbagai kota. Sementara itu, mahasiswa peserta baru berasal dari 45 perguruan tinggi yang berlokasi di 20 provinsi.

Dari sisi gender, komposisinya juga cukup berimbang, yaitu 72 perempuan dan 78 laki-laki. Mereka pun berasal dari berbagai disiplin ilmu, baik eksakta maupun sosial.

Menciptakan solusi berbasis IoT

Bersamaan dengan acara XL Future Leaders National Conference 2019 pada 15-17 Oktober, juga diselenggarakan eksibisi beragam prototipe layanan Internet of Thing (IoT) inovatif yang dibuat oleh para mahasiswa XLFL.

Ada 25 prototipe IoT yang dibuat dan selanjutnya dinilai oleh juri untuk memilih yang terbaik.

Beberapa prototipe layanan IoT yang dibuat para mahasiswa merupakan solusi untuk layanan publik, seperti antara lain untuk pengelolaan sampah, antisipasi bencana, pengelolaan sumber air, peningkatan layanan transportasi, hingga perlindungan satwa langka.

Selanjutnya juga ada propotipe yang ditujukan sebagai solusi IoT untuk perkebunan yang memiliki kemampuan memantau kondisi tanah, kebutuhan pupuk, hingga kesehatan tanaman.

Ada pula solusi bagi para peternak, juga bagi kalangan pengusaha UKM agar mampu mengelola persediaan dan pasokan barang.

Tidak ketinggalan, beberapa prototipe lebih ditujukan ke perorangan, mulai dari solusi untuk memantau anak berkebutuhan khusus, memastikan kesehatan tubuh, hingga menjaga kesehatan ibu hamil.

Untuk mahasiswa angkatan tahun 2017/Batch 6 memang ditugaskan membuat proyek solusi digital berbasis IoT. Pertimbangannya tidak lain agar para mahasiswa dapat menyesuaikan diri dengan kondisi terkini di industri pada umumnya yang semakin beradaptasi dengan teknologi digital.

Lebih dari itu, di era industri 4.0 di mana saat ini trend industri memang sedang menuju ke sana, teknologi IoT diprediksi akan menjadi penopang utama.

Pengenalan teknologi IoT pada para mahasiswa setidaknya akan menjadi dasar bagi mereka beradaptasi dengan teknologi tersebut, sehingga mereka sudah siap dengan solusi serba IoT di saat nanti mulai terjun di dunia kerja.

Untuk menjalakan project IoT ini, XLFL mendapat dukungan dari 9 kampus, yakni Institut Pertanian Bogor, Politeknik Negeri Jakarta, Akademi Teknik Telekomunikasi Sandhy Putra Jakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, Politeknik Bandung, Universitas Gadjah Mada, Politeknik Negeri Semarang, Universitas Brawijaya, dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.

Latest