Thursday, August 13, 2020
       
Home Apps Mahasiswa Yogyakarta Ciptakan Aplikasi Deteksi Emisi Karbon

Mahasiswa Yogyakarta Ciptakan Aplikasi Deteksi Emisi Karbon

-

XLFL_Yogya
Jakarta, Selular.ID – Sekelompok mahasiswa Indonesia tengah mengembangkan aplikasi deteksi emisi karbon di Yogyakarta. Sementara di sejumlah kota lain, sejumlah mahasiswa menciptakan pelatihan mengolah sampah plastik dan kertas untuk meningkatkan ekonomi di Jakarta, Medan, Palembang, Depok, Makassar, Semarang, Kendari dan Menado.

Mereka tergabung dalam Program XL Future Leaders (XLFL) Batch 4 yang mengambil tema tentang Perlindungan Lingkungan Hidup. Ya, tahun ini XL menantang mahasiswa untuk menciptakan proyek perlindungan lingkungan hidup dalam ajang Social Innovation Project 2017.

Hingga saat ini telah masuk sedikitnya 31 proposal proyek dari para mahasiswa. Melalui tantangan ini, XL berharap bisa mengantar para mahasiswa menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, yang tidak hanya secara teoritis, namun bisa diwujudkan secara nyata.

Selain deteksi emisi karbon dan pengolahan sampah plastik, ada juga pembuatan saringan knalpot dari bahan alami di Pontianak, pengelolaan air sungai di bantaran sungai Deli, pengembangan eco-tourism di Aceh, Surabaya dan Padang.

Sementara di Ambon ada proyek pengembangan hukum adat “Sasi” untuk melindungi jenis-jenis ikan tertentu yang mulai langka di perairan setempat. Sementara itu di Makassar ada pengembangan tanaman hias sistem Terarium di sebuah rumah susun untuk mencukupi kebutuhan oksigen sekaligus sebagai tanaman kesehatan.

Dalam setiap proyek, mahasiswa diwajibkan berpartner dengan komunitas masyarakat. Dengan demikian, ide dan karya mereka benar-benar merupakan solusi atas masalah yang dihadapi masyarakat. Selanjutnya, masyarakat pun bisa mengadopsi karya mahasiswa.

Hasil dari proyek ini antara lain berupa pengembangan aplikasi baru terkait pelestarian lingkungan, pengembangan terhadap aplikasi berbasis pelestarian lingkungan yang sudah ada, juga pengembangan kapasitas organisasi dan management di bidang sosial dan lingkungan.

Selanjutnya, bisa juga dalam bentuk penggunaan teknologi terapan dengan strategi komunikasi digital untuk penguatan isu lingkungan, atau menciptakan kampanye digital menggunakan berbaga sarana media digital, baik berupa website atau media sosial. Terakhir, diharapkan pula mahasiswa dapat membuat suatu program pelatihan lingkungan terpadu.

XL Axiata memberikan waktu selama 8 bulan sejak April 2017 bagi para mahasiswa untuk mewujudkan proposal mereka. Pertengahan bulan November 2017, mereka harus mempresentasikan hasil proyek dan evaluasi tersebut di depan para profesional, baik dari NGO, maupun dari lembaga atau perusahaan terkemuka yang punya pengalaman dan komitmen tinggi terhadap bidang teknologi, sosial, dan lingkungan.

Untuk mewujudkan setiap proyeknya, para mahasiswa harus mampu menemukan solusinya. XL Axiata akan memberikan sejumlah dana sebagai modal awal. Para peserta harus mampu berkreasi menciptakan peluang kerjasama dengan pihak lain agar proyeknya bisa terwujud.

XL Axiata berharap setiap proyek dari ajang ini bisa diwariskan ke masyarakat. Apalagi, keterlibatan masyarakat merupakan inti dari program ini. Jadi, semua Inovasi akan dikembalikan kepada masyarakat untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang dihadapi.

Dengan semakin banyaknya karya mahasiswa yang diadopsi oleh institusi lain, XL Axiata berharap karya-karya mahasiswa XL Future Leaders bisa dilanjutkan pemanfaatannya bagi masyarakat, termasuk juga peluang untuk bisa lebih dikembangkan.

Upcoming Event

Upcoming Event

Latest