Saturday, December 14, 2019
Home News Market Update Top 5 Vendor Smartphone di Indonesia Q3-2019

Top 5 Vendor Smartphone di Indonesia Q3-2019

-

Jakarta, Selular.ID – Pasar smartphone Indonesia kian kompetitif. Laporan terbaru menunjukkan selisih market share antar brand teratas sangat tipis, hanya berbeda 1 poin.

Dua lembaga riset pasar yang mengeluarkan laporan mereka terkait pasar ponsel Indonesia selama kuartal ketiga 2019 adalah Counterpoint dan Canalys. Sementara IDC dan GfK hingga kini belum merilis risetnya.

Menariknya, dua riset tersebut menampilkan daftar Top 5 berbeda.

Dari website resmi Counterpoint, diketahui penguasa pasar ponsel Indonesia selama Q3 2019 berturut-turut adalah Samsung (22%), Xiaomi (20%), Oppo (19%), Vivo (13%), dan Realme (11%).

Sementara Canalys mempunyai daftar Top 5 vendor smartphone di tanah air selama Juli-September secara runut adalah Oppo (23%), Xiaomi (22%), Samsung (21%), Vivo (17%), dan Realme (11%).

Sayangnya, Canalys tidak merinci hasil laporannya.

Menurut Counterpoint, pasar smartphone Indonesia tumbuh 7% YoY pada Q3 2019. Pertumbuhan dipicu oleh penjualan online seperti di Blibli, JD dan Lazada dll, serta berbagai promosi di toko offline oleh brand dari Cina.

Mengomentari hasil tersebut, Analis Riset, Parv Sharma mengatakan, “Merek Tiongkok memegang empat dari lima posisi teratas dengan 65% pangsa pasar berdasarkan volume. Ini adalah pencapaian tertinggi yang pernah diraih oleh brand-brand Cina di Indonesia, mengusir brand lokal dengan pangsa pasar hanya satu digit.”

Dalam hal brand, Xiaomi mempertahankan posisi kedua di pasar dan mengikis kesenjangan dari posisu pertama Samsung. Xiaomi secara lokal mengirimkan 10 juta unit smartphone secara online dan offline. Brand berinvestasi dengan membangun 40 Mi Store resmi. Indonesia adalah salah satu pasar utama yang mengerek pertumbuhan global Xiaomi.”

Menambahkan lebih jauh Sharma berkata, “Realme menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan sejak diluncurkan. Pemasaran secara online yang agresif dengan harga dan spesifikasi produk yang kompetitif adalah alasan utama keberhasilannya.”

Associate Director Counterpoint Tarun Pathak mengomentari ekosistem manufaktur smartphone lokal dengan mengatakan, “Peraturan yang mewajibkan registrasi nomor IMEI untuk smartphone buatan lokal akan memblokir penggunaan ponsel ilegal ke Indonesia. Ini akan meningkatkan ekosistem dan ekonomi manufaktur lokal.”

Perihal tipe ponsel yang laris di pasaran, Counterpoint menguraikan untuk masing-masing brand adalah Samsung seri Galaxy A tumbuh 2% setiap tahun.

Untuk Xiaomi, Redmi Note 7 adalah perangkat terlaris yang diikuti oleh Redmi 7A.

Oppo A5s dan A1k adalah model terlaris perusahaan selama kuartal ketiga.

Vivo menggandakan pengirimannya tahun ini dan merupakan brand dengan pertumbuhan tercepat berkat model ponsel Vivo Y91C, Y12, dan Y15.

Realme tumbuh fantastis 38% sejak diluncurkan. Bermitra dengan berbagai saluran online, Realme C2 dan Realme 3 series adalah model utama yang mendorong penjualan brand. Brand sekarang juga memperluas penjualan melalui saluran offline.

Terakhir, Counterpoint menyebut selama Q3-2019, kontribusi e-commerce mencapai 12% dan sekitar 94% dari smartphone yang terjual diproduksi secara lokal.

Melihat perbedaan laporan dua lembaga riset di atas, menarik untuk mengetahui laporan dari IDC dan GfK. Kita tunggu saja.

Latest