Thursday, December 12, 2019
Home News Menteri Johnny Diminta Tidak Ragu Evaluasi Peraturan yang Dibuat Menteri Sebelumnya

Menteri Johnny Diminta Tidak Ragu Evaluasi Peraturan yang Dibuat Menteri Sebelumnya

-

Jakarta, Selular.ID – Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Komisi I, Johnny G Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, diminta untuk tidak ragu untuk mengevaluasi terhadap peraturan yang dibuat menteri sebelumnya.

“Mumpung menterinya masih baru supaya ada momentum melakukan evaluasi, jangan malu untuk melakukan evaluasi terhadap peraturan yang dibuat menteri sebelumnya karena visi misi kabinet sekarang adalah visi misi presiden bukan visi misi menteri,” ungkap Sukamta, Anggota Komisi 1 DPR RI F-PKS.

Menurut Sukamta salah satu aturan yang menjadi ranahnya Menkominfo dan harus mendapat evaluasi adalah Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 yang merupakan Revisi Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Teransaksi Elektronik (PP PSTE) yang membolehkan penempatan data center di luar negeri.

Hal ini menurut Sukamta menjadi aneh karena sebelumnya dalam pidato Kenegaraannya, Presiden menyatakan bahwa data merupakan komoditas atau jenis kekayaan yang baru atau ‘the new oil’ dan perlu dijaga kedaulatannya.

“Bagaimana mungkin Pak Presiden setah pidato yang menganggap data itu penting kemudian membolehkan data center di luar Indonesia. Ini permainan yang menurut saya tidak cantik,” ungkap Sukamta.

Lebih lanjut disampaikan Sukamta, hal ini secara politik dampaknya seolah-olah Presiden akan dianggap tidak sensitive terhadap kedaulatan data. Secara politik PP ini merugikan citra presiden.

“Secara ekonomi, dengan menaruh data center di luar negeri estimasinya pada 2021 dapat merugikan 0,45 persen GDP jadi kira-kira rupiahnya 85,2 triliun. Secara social ini punya peluang menjadi ancaman terhadap hilangnya lapangan pekerjaan, peluang usaha peluang investasi. Kalau data center di taruh di dalam negeri berapa tenaga kerja yang tercipta,” paparnya.

Latest