Saturday, December 7, 2019
Home News Imbas Perang Dagang, Nasib Honor Diujung Tanduk?

Imbas Perang Dagang, Nasib Honor Diujung Tanduk?

-

Jakarta, Selular.ID – Honor baru saja meluncurkan Viem 30 Series di Beijing China. Dalam peluncurannya, Honor disinggung mengenai situasi industri miliknya ditengah era perang dagang.

Tak ingin perusahaannya disebut sedang sekarat, Honor justru mengungkapkan pernyataan yang mengejutkan. Pasalnya, James Zou, Presiden Penjualan Luar Negeri Honor, menyebut telah merekrut karyawan dengan jumlah yang cukup besar.

“Kami telah merekrut lebih dari 20 ribu karyawan dan merekrut lebih banyak talenta.” ujar Zou, dalam acara peluncuran View 30 Series, dikutip dari Gadgetsnow, Jumat (29/11).

Hal ini cukup bertolak belakang dengan situasi yang terjadi. Mengingat banyak orang yang tergantung dengan ponsel berbasis layanan Google Service. Kendati tak lagi mendapat dukungan Google Service dalam perangkat mereka, Honor yakin pendapatannya tak akan turun.

“,Dan kami yakin bahwa pendapatan Huawei Group tak akan turun dibawah apa yang telah kami capai pada tahun 2018.”

Baca juga: Huawei Janjikan 3 Perangkat Baru di Indonesia

Mengingat kembali, pada 2018 lalu Huawei Group berhasil memperoleh pendapatan sebesar 105,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp1,4 triliun. Menurut Zou, ini adalah pertama kali terjadi bagi perusahaan asal Tiongkok tersebut.

Menurut hasil H1 2019, Huawei Group telah memperoleh pendapatan sebesar 58,1 miliar dollar AS atau Rp820 miliar dengan pertumbuhan 23,2% YoY. Tercatat, bisnis konsumen memiliki pangsa 31,3 miliar dollar AS atau Rp441 miliar. Sementara, bisnis perusahaan berhasil menyumbang sebanyak 4,5 miliar dollar AS dan 20,8 miliar dollar AS.

Adapun ke depannya, Honor, sebagai bagian dari Huawei Group, berharap mampu menjual hingga 100 juta unit ponsel.

“Saya berharap dapat menjual 100 juta unit ponsel pintar Honor ke depan secara global.” papar Zou.

Latest