Tuesday, March 31, 2020
Home News Startup Pertanian Lokal Tembus IPIEC Global 2019 Malaysia

Startup Pertanian Lokal Tembus IPIEC Global 2019 Malaysia

-

Jakarta, Selular.ID – Berkat inovasinya di bidang pertanian dan bercocok tanam, pada 7 Oktober 2019 Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB) berhasil menjadi Runner-up pertama dalam ajang kompetisi startup Intellectual Property Innovation & Entrepreneurship Contest (IPIEC) Global 2019 di Malaysia.

IPIEC Global merupakan kontes pencarian inovator teknologi yang mampu menghubungkan diri dengan ekosistem wirausaha. Ajang berskala global ini yang telah memasuki tahun ketiga diselenggarakan oleh WTOIP, platform technovation terkemuka yang berbasis di Cina.

Kiwi Aliwarga, inovator teknologi sekaligus pendiri UMG Idealab, induk perusahaan MSMB mengatakan, dalam pencapaiannya ini, MSMB mewakili regional ASEAN, dan akan kembali bertanding adu inovasi di babak semi final dalam IPIEC Global 2019 pada Desember mendatang.

“Ini akan menjadi peluang yang bagus bagi kami,  untuk mengeksplorasi pasar Cina. Pencapaian MSMB dalam meraih Runner-Up pada IPIEC Global 2019 juga merupakan cerminan milestone yang menunjukkan konsentrasi kami dalam memajukan pertanian global pada umumnya dan khususnya Tanah Air,” terang Kiwi

Dengan semakin dikenalnya MSMB di mata dunia, menurut Kiwi dapat mendukung visi jangka panjang pemerintah untuk menjadikan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045.

Perlu diketahui, MSMB berfokus pada sektor agrobisnis berbasis teknologi 4.0. Di dalam bisnisnya, dan MSMB menawarkan solusi untuk pertanian melalui RiTx, peternakan melalui LiTx, dan perikanan melalui FisTx.

Teknologi Smart Farming 4.0 yang digadang MSMB melalui RiTx, di antaranya, Agri Drone Sprayer (drone penyemprot pestisida dan pupuk cair), Drone Surveillance (drone untuk pemetaan lahan), serta Soil and Weather Sensor (sensor tanah dan cuaca).

Kiwi menyebutkan, Yang melatar belakangi kehadiran MSMB,  adalah dengan melihat permasalahan yang disuarakan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Dikatakan Kiwi, bahwa saat ini Ada lima persoalan yang masih menjadi persoalan sektor pertanian Tanah Air dalam lima tahun ke depan. Yakni masalah permodalan, lahan yang makin sulit, teknologi pertanian modern minim, persoalan pupuk, dan soal pemasaran menjadi pekerjaan rumah bersama bagi para petani lokal, juga pemerintah.

Persoalan lain yang cukup serius dalam pertanian lokal  adalah regenerasi. Tidak dapat dipungkiri, saat ini tren pilihan kerja bagi pemuda bukanlah di bidang pertanian atau bercocok tanam. Citra ketinggalan jaman dan kotor melekat pada kegiatan bertani.

“Banyak pemuda kita yang tinggal di desa kurang melirik sektor pertanian karena minimnya fasilitas kepada para petani dan teknologi yang kurang memadai,” ujar Kiwi.

Hal ini selanjutnya menjadi fokus Kiwi dalam memajukan pertanian lokal, di antaranya melalui unit usaha MSMB, yakni RiTx dengan teknologi Smart Farming 4.0. Diharapkan, teknologi ini dapat menarik minat anak muda khususnya generasi milenial.

Melalui teknologi, Kiwi juga ingin menanamkan kesan bahwa bertani adalah hal yang menarik dengan adanya sentuhan teknologi mutakhir.

“Pada tahun 2018, pemerintah Indonesia melalui pemerintah kabupaten telah mengucurkan dana mencapai Rp 59,86 triliun ke seluruh desa di Indonesia, di mana sektor pertanian turut menjadi program prioritas dalam pengelolaan dana desa,”kata Kiwi.

Sejalan dengan usaha pemerintah dalam menggenjot perekonomian desa melalui program dana desa, mengurangi angka pengangguran di desa, dan permasalahan krusial yang dialami petani, komitmen Kiwi lainnya turut diwujudkan melalui aplikasi Crowde yang bergerak di bidang keuangan dengan produk peer-to-peer landing bagi para petani

Biotech yang memecahkan masalah pertanian, lingkungan, makanan, dan perawatan kesehatan, dan Inagri, aplikasi supplier sayuran online yang dapat membantu petani dalam memasarkan hasil panen.

Latest