Wednesday, November 20, 2019
Home News Market Update Samsung Akhirnya Stop Produksi Ponsel di China

Samsung Akhirnya Stop Produksi Ponsel di China

-

Jakarta, Selular.ID – Samsung Electronics akhirnya memutuskan untuk mengakhiri produksi telepon selular di China. Keputusan drastis tersebut dilakukan demi menekan kerugian, setelah perusahaan terlibat persaingan ketat dengan vendor-vendor lokal di pasar smartphone terbesar di dunia.

Penutupan pabrik dilakukan, setelah konglomerat Korea itu memutuskan untuk memangkas produksi di pabrik terakhir di kota Huizhou pada Juni lalu.

Sebelumnya perusahaan juga telah menghentikan pabrik lain di Tianjin pada akhir tahun lalu, menegaskan ketatnya persaingan yang sangat melelahkan di negara itu.

Menurut perusahaan riset pasar Counterpoint, pangsa pasar Samsung di China terus menyusut menjadi hanya 1% pada kuartal pertama. Padahal raksasa teknologi itu, masih menguasai sekitar 15% pada pertengahan 2013.

Counterpoint menyebutkan bahwa, pertumbuhan yang sangat cepat dari merek-merek lokal seperti Huawei, Xiaomi, Vivo dan Oppo, membuat popularitas Samsung menurun drastis, sehingga berujung pada anjloknya pangsa pasar.

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan perusahaan (2/10/2019), pembuat smartphone top dunia itu, menyebutkan bahwa pihaknya membuat keputusan sulit dalam upaya untuk meningkatkan efisiensi.

“Peralatan produksi akan dialokasikan kembali ke lokasi manufaktur global lainnya, tergantung pada strategi produksi global kami berdasarkan kebutuhan pasar,” bunyi pernyataan tersebut, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Samsung menolak untuk menentukan kapasitas pabrik dan jumlah staf. Perusahaan telah memperluas produksi ponsel pintar di negara-negara berbiaya lebih rendah, seperti India dan Vietnam, dalam beberapa tahun terakhir.

Di India, Samsung menggebrak dengan mengoperasikan fasilitas manufaktur terbaru yang diklaim terbesar di dunia.
Pabrik yang terletak di India utara itu, mulai dibangun pada awal Juli 2018, bertujuan untuk melipatgandakan produksi handset dan mengamankan posisi teratas di India. Negara yang kini merupakan pasar ponsel terbesar kedua di dunia.

Berlokasi di Noida, dekat ibu kota New Delhi, peresmian pabrik dilakukan langung oleh dua petinggi negara. Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (9/7/2018).

Pabrik tersebut bertujuan untuk memproduksi seluruh lini ponsel Samsung, mulai dari Android Go yang dibanderol di kisaran 100 dollar AS atau sekitar Rp 1,4 juta, hingga kelas flagship seperti Galaxy S10 yang harganya mulai dari Rp 11,5 juta. Keseluruhan pembangunan pabrik tersebut diperkirakan selesai pada 2020.

Sementara di Vietnam, Samsung saat ini telah memiliki dua pabrik besar di utara Vietnam. Terdiri dari pabrik seharga USD 2,5 miliar di propinsi Bac Ninh dan satu lagi di propinsi Thai Nguyen senilai USD 1,2 miliar.

Selain ponsel, kedua pabrik itu juga memproduksi tablet PC. Output produksi ponsel Samsung di Vietnam terhitung besar.

Pabrik di Bach Ninh tercatat memproduksi sekitar 35% smartphone seri Galaxy yang dijual secara global. Sedangkan output di pabrik Thai Nguyen sebesar 100 juta unit per tahunnya.

Hingga saat ini, pabrik di Bac Ninh adalah basis produksi terbesar Samsung nomor dua di dunia dan dinilai sangat menguntungkan. Pada 2012, 97% output ponsel dari pabrik ini dijual ke lebih dari 50 negara.

Latest