Monday, September 23, 2019
Home News Telco Jio Diprediksi Dapat Menguasai 45% Pasar Industri Selular India

Jio Diprediksi Dapat Menguasai 45% Pasar Industri Selular India

-

Jakarta, Selular.ID – Perusahaan telekomunikasi terbesar oleh pelanggan Reliance Jio akan terus memakan basis pengguna pesaing lama Vodafone-Idea dan Bharti Airtel, dan kemungkinan akan menguasai 45 persen pasar pada Maret 2022, kata sebuah laporan.

Persaingan yang ketat dan peningkatan tingkat utang serta ketergantungan yang terus-menerus pada pemasukan modal terus menjadi hambatan bagi sektor ini. Demikian laporan yang dikeluarkan oleh India Ratings, Kamis (29/8/2019).

Sektor telekomunikasi telah mengalami masa gejolak sejak masuknya Jio pada September 2016 dengan kampanye gratis selama setahun, yang mengarah pada merger paksa, erosi laba, upaya keluar dari pasar India, hingga kebangkrutan.

Keuntungan pangsa pasar untuk Jio, yang sudah memiliki lebih dari 340 juta pelanggan dan menambah rata-rata 10 juta pengguna sebulan, akan mengorbankan Airtel dan Vodafone-Idea, kata India Ratings.

Bahkan sekarang, tarif data Jio yang berkantung tebal tetap 25-30 persen lebih murah daripada kompetisi, kata agensi.

Utang bruto agregat Vodafone-Idea, Bharti dan Jio berdiri di Rs 3,9 lakh crore di TA 19, menyiratkan leverage bruto lebih dari 8x untuk sektor ini, kata laporan itu.

“Profil likuiditas Telco secara struktural lemah karena arus kas bebas cenderung tetap negatif selama FY20-22 karena intensitas capex tinggi yang berdiri di Rs 1,2 lakh crore di FY19,” katanya, menambahkan operator akan terus bergantung pada refinancing atau modal infusi.

Kuartal kedua 2019 memang menjadi titik balik industri selular di India. Setelah bertahun-tahun mendominasi pasar, dua operator masing-masing Bharti Airtel dan Vodafone-Idea, harus rela posisi puncak direbut oleh Jio Reliance.

Dalam laporan triwulanan yang baru-baru ini dirilis, Jio mengatakan basis pelanggan selularnya telah tumbuh menjadi 340 juta pengguna di seluruh negeri.

Jio mengungguli Vodafone-Idea yang basis pelanggannya turun menjadi 320 juta dari 334,1 juta kuartal ini. Sementara Airtel belum merilis angka kuartalannya, namun basis pelanggan yang dimiliki pada Mei 2019 sebesar 320,6 juta.

Pencapaian tersebut terbilang dramatis, mengingat Jio adalah operator yang terbilang baru. Strategi harga murah, benar-benar efektif mengguncang pasar. Membuat masyarakat India dengan cepat berpaling dan menggunakan Jio.

Latest