Friday, October 18, 2019
Home Devices Wearable Devices Huawei Rilis Smartwatch Modis dengan Baterai Awet

Huawei Rilis Smartwatch Modis dengan Baterai Awet

-

Jakarta, Selular.ID – Pada perhelatan akbar di Munich, selain meluncurkan Mate 30 Series, Huawei juga menghadirkan smartwatch generasi berikutnya, Watch GT 2.

Seperti Samsung, Huawei pernah mengeluarkan smartwatch berbasis Android Wear sebelum beralih ke platform besutan sendiri, yang ternyata menjadi keputusan yang bijak, karena Wear OS tak kunjung populer, ditambah hubungan yang rumit antara raksasa teknologi Cina dan Google.

Ya, Huawei Watch GT 2 adalah wearable device kedua perusahaan yang menggunakan OS sendiri, mengikuti jejak smartwatch dengan harga terjangkau yang diumumkan bersama dengan Mate 20 Series tahun lalu.

Desain, ukuran, dan layar

Sesuai bocoran beberapa minggu lalu, Huawei Watch GT 2 memurnikan penampilan pendahulunya yang sudah berkelas dengan “desain kaca 3D all-in-one” yang menciptakan “tampilan yang lebih luas, tanpa batas.” Bukan berarti tanpa bezel.

Varian 42mm tampil lebih ramping dan lebih cantik dibandingkan smartwatch lain yang edar di pasaran. Dial melengkung dengan ketebalan 9,4mm membantu model ini menonjol, bersama dengan kerangka logam “modis”.

Model 46mm yang lebih besar lebih mirip dengan Watch GT asli, serta arloji tradisional, sambil menggunakan layar AMOLED 1,39 inci dengan resolusi 454×454 piksel yang lebih jernih, gamut warna yang lebih luas, dan profil ultra-tipis.

Chipset, usia baterai, dan fitur lainnya

Seperti teasernya beberapa waktu lalu, Huawei memfokuskan bagian penting dari iklannya pada chipset Kirin A1 yang memadukan unit pemrosesan Bluetooth “canggih”, unit pemrosesan audio “kuat”, prosesor yang mengkonsumsi “daya sangat rendah” , dan unit manajemen daya terpisah.

Alih-alih berjanji memberikan kecepatan super yang mungkin tidak Anda perlukan dari sebuah wearable device, SoC all-in-one ini bertujuan untuk meminimalkan konsumsi energi dan memaksimalkan masa pakai baterai.

Smartwatch GT 2 menjanjikan masa pakai baterai hingga dua minggu dalam satu kali pengisian dengan “penggunaan sehari-hari” dan hingga satu minggu dalam “mode klasik.”

Biasanya, itu adalah prediksi optimis berdasarkan penggunaan sehari-hari yang ringan, jadi mungkin angka yang sebenarnya adalah 15 dan 30 jam untuk bertahan “di bawah mode olahraga GPS terlacak”. Dan itu cukup mengesankan.

Huawei Watch GT 2 sudah mempunyai fungsi GPS mandiri yang menjadi syarat wajib untuk memiliki daftar fitur kesehatan, kebugaran, dan pelacakan aktivitas yang mencakup monitor detak jantung bawaan, kualitas tidur, dan pemantauan “penuh” skala 190 jenis data untuk 15 olahraga yang berbeda, mulai dari berlari dan bersepeda, baik di dalam ruangan maupun outdoor.

Meskipun Huawei Watch GT 2 tidak dilengkapi dengan monitor EKG atau fungsi pendeteksi jatuh, serangkaian keterampilan peningkatan kesehatan ditambatkam ke smartwatch, khususnya monitor gagal jantung, pengingat untuk selalu bergerak dan teknologi TruRelax yang dipatenkan untuk membantu menghilangkan stres.

Chipset A1 yang disebutkan di atas juga memungkinkan fungsi panggilan telepon Bluetooth. Watch GT 2 tidak datang dengan konektivitas seluler mandiri, itu berarti Anda harus menghubungkan smartwatch ke ponsel dari jarak hingga 150 meter dan menjawab panggilan suara langsung di pergelangan tangan Anda.

Harga

Sayangnya, belum ada harga resmi yang diumumkan untuk generasi kedua Huawei Watch GT. Namun, jika generasi pertama merupakan indikasi, arloji ini harusnya bisa bersaing dengan smartwatch seperti Samsung Galaxy Watch Active dan Fitbit Versa 2 dalam kisaran harga $200 – $250 (~Rp3-4 juta). Tapi itu hanya dugaan.

Latest