Wednesday, November 20, 2019
Home News Aturan IMEI Diberlakukan, Evercoss Optimis bisa Kembali Bersaing

Aturan IMEI Diberlakukan, Evercoss Optimis bisa Kembali Bersaing

-

Jakarta, Selular.ID – Rencana pemerintah untuk memberlakukan aturan validasi IMEI (International Mobile Equipment Identity) disambut baik oleh produsen smartphone tanah air, Evercoss.

Aturan tersebut menurt Suryadi Willim, Marcomm Manager Evercoss akan berdampak positif terhadap persaingan smartphone di tanah air. Bagaimanapun, lanjut Suryadi dengan dirilisnya kebijakan tersebut akan mengerem peredaran ponsel Black Market (BM)karena nomor IMEI-nya tidak terdaftar di Perindustrian.

Sebagaimana diketahui dengan system yang dimiliki pemerintah bernama SIBINA (Sistem Informasi Basisdata IMEI Nasional) mampu mendeteksi terhadap IMEI smartphone. Jika IMEI sebuah smartphone tidak terekam di system itu, maka ponsel tersebut secara otomatis direkomendasikan oleh SIBINA agar operator memblokir layanan.

Dengan system tersebut Evercoss merasa ada harapan untuk kembali berkompetisi lebih sengit di industri smartphone tanah air. Bagaimanapun peredaran ponsel Black Market menurut Suryadi sangat berdampak terhadap pasar smartphone di tanah air.

Menurutunya dengan harga yang sama, semisal Rp1.200.000.- konsumen bisa mendapatkan smartphone Black Market dengan spesifikasi lebih tinggi dibanding dengan smartphone Evercoss. Mestinya lanjut Suryadi, harga smartphone tersebut berada pada kisaran Rp1.500.000 hingga Rp1.700.000. Smartphone Black Market ini bisa menjualnya dengan harga Rp1. 200.000, malahan ada yang di bawah harga pasaran.

”Bagaimana kami bisa bersaing dengan smartphone Black Market. Posisi kami sebagai pemain legal dan menaati peraturan justru disengat dengan siraman ponsel Black Market,” ungkap Suryadi.

Dalam kurun waktu kurang lebih tiga tahun ini disampaikan Suryadi, pihaknya tersengat dengan gempuran ponsel Black Market.

“Jika ini tidak segera diantisipasi, kami yakini akan berdampak lebih buruk lagi terhadap industri smartphone nasional secara keseluruhan. Kami membaca laporan dari Asosiaasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI), peredaran ponsel Black Market mencappai 20-30 persen. Merugikan Negara sekitar Rp2.8 triliun per tahun. Angka yang sangat fantastis,” beber Suryadi.

Bagaimanapun lanjutnya, maraknya smartphone Black Market (BM) sangat merusak ekosistem industri. Evercoss yang suduh memiliki pabrik smartphone di Semarang dan merakit sendiri smartphone sangat merasakan dampak negatif peredaran smartphone BM.

Dengan akan terbitnya aturan Validasi IMEI, Evercoss optimis bisa kembali bersaing dengan sengit dan bisa bertengger di TOP 5 market share smartphone Indonesia.

Latest