Monday, October 14, 2019
Home News Telco Kota-Kota di Cina Mulai Diselimuti 5G

Kota-Kota di Cina Mulai Diselimuti 5G

-

Jakarta, Selular.ID – Kota dengan populasi terbesar kedua di Cina, Shanghai merinci rencana ambisius untuk menggelar layanan 5G yang mencakup seluruh bagian kota pada tahun 2020.

Program strategis untuk Shanghai yang terkenal dengan predikat sebagai kota bisnis dan perdagangan itu, merupakan bagian dari rencana tiga tahun yang akan menyerap dana investasi senilai total CNY30 miliar (USD4,4 miliar).

Menurut laporan China Daily, pemerintah kota Shanghai merilis peta jalan yang menargetkan cakupan seluruh pusat kota dan daerah pinggiran kota utama pada akhir 2019 melalui 10.000 BTS 5G.

Penambahan 10.000 lebih lanjut pada 2020 akan memberi kota berpenduduk 36 juta orang itu, cakupan 5G secara penuh, tambah surat kabar itu.

Lebih lanjut 10.000 BTS akan ditambahkan pada tahun 2021, di mana titik bisnis terkait 5G di kota ini diharapkan akan menghasilkan CNY100 miliar.

Penyebaran 5G di sejumlah kota di Cina, termasuk Shanghai, merupakan tindak lanjut dari keputusan otoritas Cina yang mempercepat implementasi 5G.

Pada Juni lalu, pemerintah Beijing telah mengeluarkan lisensi 5G untuk tiga operator negara (China Union, China Unicom, China Mobile) bersama dengan perusahaan penyiaran lokal. China berencana untuk memulai komersialisasi teknologi 5G secara nasional mulai 1 Oktober 2019.

China Mobile baru-baru ini menjabarkan rencana untuk meluncurkan layanan 5G komersial di lebih dari 50 kota, termasuk Shanghai, pada akhir tahun ini.

Sebelumnya pada bulan lalu, jaringan 5G pertama di Cina diuji coba di Qianhai-Shekou Free Trade Zone di Shenzhen. China Unicom membangun 111 BTS 5G dengan menggandeng FTZ di Shenzhen. Selanjutnya, kapasitas BTS 5G akan ditingkatkan menjadi 7.000 BTS di Shenzhen sebelum 2020.

Jaringan 5G ditargetkan dapat membantu perusahaan dan masyarakat untuk menikmati dan merasakan teknologi terbaru ini.

Dengan latensi rendah dan kecepatan internet yang jauh melebihi 4G, akan ada peluang yang lebih baik di berbagai bidang, pun demikian dengan startup teknologi hingga perusahaan.

China Unicom sebelumnya menguji jaringan 5G di Beijing, Tianjin, Qingdao, Hangzhou, Nanjing, Wuhan, Chengdu, Fuzhou, Zhenzhou, dan Shenyang. Operator ini juga ingin menghadirkan jaringan 5G di beberapa kota lain dengan membangun 10.000 BTS 5G pada 2020 mendatang.

Bandar Udara

Rencana ambisius Cina untuk memperluas layanan 5G tak hanya menyasar kota-kota besar, namun juga fasilitas-fasilitas publik, seperti bandar udara.

Pada Januari 2019, Bandara Internasional Baiyun Guangzhou di Provinsi Guangdong, Cina selatan telah meluncurkan BTS 5G, menjadikannya bandara pertama yang menghadirkan layanan 5G di negara itu.

Dilansir dari Kantor Berita Xinhua, dalam sebuah uji coba, kecepatan jaringan dapat mencapai 1,14 gigabyte per detik, sekitar 50 kali lebih cepat dari jaringan 4G saat ini.

BTS tersebut dibangun oleh China Unicom, cabang Guangzhou China Unicom. BTS menggunakan teknologi Lampsite 5G yang dikembangkan oleh Huawei.

Lampsite 5G memberikan solusi jangkauan radio mendalam yang mendukung penyebaran di dalam ruangan di situs-situs besar hingga menengah.

Guangzhou Baiyun adalah bandara utama di Cina selatan dengan rute udara ke lebih dari 90 tujuan internasional dan regional. Pada 2017, maskapai ini menangani lebih dari 65,8 juta perjalanan penumpang.

Selain dari bandara, Guangzhou juga memiliki jangkauan 5G di landmark kota serta kawasan industri yang penting.

Selain bandara, Cina juga meluncurkan layanan 5G di dataran tinggi Qinghai-Tibet, ketika perusahaan telekomunikasi negara membuka stasiun pangkalan 5G di kota Xining.

Pemerintah Cina pada April 2018 telah mengumumkan untuk mengembangkan teknologi nirkabel baru seperti jaringan 5G di wilayah yang tertinggal dalam infrastruktur.

Saat ini, bagian dari wilayah pusat kota dicakup oleh layanan 5G, dengan kecepatan unduhan puncak 1,3 gbps, sekitar 10 kali lipat layanan 4G.

Provinsi tersebut juga berencana untuk menawarkan layanan informasi digital, seperti realitas virtual dan tele-medicine berkat dukungan internet yang lebih cepat.

Latest