Monday, July 13, 2020
Home News Telco Merger Axiata Telenor Berpeluang Ciptakan Raksasa Telekomunikasi

Merger Axiata Telenor Berpeluang Ciptakan Raksasa Telekomunikasi

-

Jakarta, Selular.ID – Axiata Group Berhad dari Malaysia mengatakan sedang melakukan pembicaraan dengan Telenor ASA Norwegia untuk menggabungkan operasi mereka di Asia.

Tak tanggung-tanggung, kedua perusahaan berniat menciptakan salah satu raksasa telekomunikasi dunia dengan sekitar 300 juta pelanggan yang beroperasi di sembilan negara.

Dalam sebuah pernyataan, Senin (6/5), Axiata mengatakan bahwa Telenor diperkirakan akan memiliki 56,5 persen saham dan Axiata 43,5 persen dalam usulan “merger setara.”

Saat ini kedua perusahaan beroperasi di Malaysia, Thailand, Myanmar, Bangladesh dan Pakistan. Axiata juga memiliki anak perusahaan di India, Sri Lanka, Nepal, Kamboja, dan Indonesia. Namun dalam pembicaraan merger, operasi di Bangladesh akan dikecualikan.

Penjualan tahunan untuk perusahaan hasil merger diperkirakan mencapai USD12 miliar, dengan pendapatan lebih dari USD4,8 miliar.

Baca juga: XL Tepis Rumor Pembelian Oleh Telenor

Dengan 60.000 BTS di seluruh Asia, perusahaan yang digabungkan berpotensi menjadi salah satu dari lima pemain infrastruktur selular top dunia.

Axiata mengakui bahwa diskusi merupakan tahap awal dan harus disesuaikan dan dilakukan uji tuntas. Jika kesepakatan dapat tercapai, kedua perusahaan akan menyelesaikan pada Q3-2019.

Kiprah Axiata di Indonesia terbilang familiar. Grup perusahaan yang berbasis di Kuala Lumpur itu, merupakan pemegang saham mayoritas XL, operator terbesar kedua di Indonesia, dengan jumlah pelanggan mencapai 55,6 juta.

Sedangkan Telenor merupakan rakasa telekomunikasi asal Skandinavia. Dikenal sebagai operator pertama di dunia yang mengoperasikan 4G.

Perusahaan ini berbasis di Fornebu, Norwegia, dan memiliki jangkauan operasi di 29 negara. Tersebar di Skandinavia, Eropa Timur dan Asia.

Baca juga: XL Axiata Awali 2019 dengan Tumbuh Meyakinkan

Di Asia, Telenor beroperasi di sejumlah pasar penting, seperti di India. Namun karena perang tarif yang membuat kondisi keuangan operator berdarah-darah, Telenor tengah dalam upaya keluar dari India.

Diketahui, perusahaan menjual kepemilikan ke rival terdekatnya Bharti. Penawaran pengambilalihan terhadap Telenor, resmi diajukan Bharti pada Februari 2017. Kini, aksi korporasi itu tengah dalam proses menunggu persetujuan dari otoritas telekomunikasi India.

Latest