Monday, May 27, 2019
Home News Feature Mengungkap Cara Realme Menggerogoti Pasar Xiaomi

Mengungkap Cara Realme Menggerogoti Pasar Xiaomi

-

Jakarta, Selular.ID – Kehadiran 4G pada akhir 2015, menandakan Indonesia telah memasuki era internet cepat. Hal ini membuat landscape industri berubah dengan cepat, karena penjualan smartphone tak lagi terbatas pada pasar konvensional.

Berkat 4G, kini channel online atau biasa disebut dengan saluran daring, menjadi saluran favorit brand untuk menjangkau konsumen, khususnya milenial yang senang mencoba hal-hal baru.

Besarnya pengguna internet di Indonesia, mencapai hampir 100 juta pada akhir 2018, membuat pasar online menyimpan potensi penjualan yang sangat besar.

Salah satu brand yang terbilang sukses menggarap pasar online adalah Xiaomi. Brand asal China itu, kini menduduki posisi kedua dalam top five vendor smartphone Indonesia, berdasarkan laporan Canalys.

Perusahaan riset asal Hong Kong itu, menyebutkan bahwa pada kuartal keempat 2018, Xiaomi mampu melipatgandakan market share menjadi 20,5%.

Samsung masih bertahan di posisi puncak dengan market share 25,4%, Oppo di posisi ketiga dengan raihan 19,5%, Vivo 15,9%, dan brand lokal Advan 4,1%.

Di kuartal keempat itu, diketahui pengiriman smartphone di Indonesia mencapai 9,5 juta unit, tumbuh 8,6% dari periode sama 2017.

Pertumbuhan yang cukup tinggi di kuartal terakhir itu, menggenapi jumlah permintaan sepanjang 2018, menjadi 38 juta unit. Ini adalah rekor baru, karena terdapat kenaikan hingga 17,1% dibandingkan periode 2017.

Dengan pengiriman sebanyak itu, Canalys menyebutkan bahwa pasar smartphone di Indonesia, telah pulih total dari titik terendah di 2016 (pertumbuhan tahunan -3,3%) dan 2017 (pertumbuhan tahunan 0,6%), sebagai dampak dari diberlakukannya kebijakan TKDN untuk vendor smartphone.

Meroketnya pertumbuhan smartphone di Indonesia memang menguntungkan Xiaomi. Tak tanggung-tanggung, pertumbuhan yang dicapai Xiaomi mencapai 139,4% YoY di Q4, sedikit menurun 3,9% QoQ.

Sepanjang 2018, Xiaomi mengirimkan 8 juta unit smartphone dibandingkan 2 juta unit pada 2017. Harga yang relatif murah dan spesifikasi yang dipersepsi lebih baik dibandingkan pesaing, membuat popularitas Xiaomi melonjak, khususnya di segmen menengah bawah.

Dengan pertumbuhan yang konsisten, Manajer Riset Canalys Rushabh Doshi, tak ragu mengatakan bahwa pasar smartphone Indonesia berada di puncaknya. Beberapa vendor diuntungkan, berkat popularitas yang semakin menanjak, terutama merek-merek China.

Menurut Doshi, antusiasme pengguna terhadap layanan media sosial dan perekonomian yang digerakkan oleh aplikasi mobile, telah menegaskan pentingnya keberadaan smartphone. Tak hanya fungsi namun juga untuk menunjang gaya hidup.

Di sisi lain, perkembangan pesat di penjualan online memicu pertumbuhan, seiring tingginya minat konsumen untuk meng-upgrade smartphone dengan spesifikasi yang lebih baik.

Peluang inilah yang ditangkap oleh Xiaomi, sehingga bisa menyodok posisi puncak. Padahal, kehadiran Xiaomi terbilang masih cukup singkat di pasar Indonesia.

Brand yang identik dengan warna orange ini, muncul pertama kali di pasar domestik pada 2014. Sejak awal, Xiaomi memang memfokuskan penjualan melalui channel online, demi memangkas biaya distribusi dan pemasaran.

Meski mayoritas berasal dari BM (black market), konsumen tidak terlalu memperdulikan asal muasal produk Xiaomi yang mudah ditemukan di banyak market place.

Game Changer

Tak pelak, keberhasilan Xiaomi mengekspansi pasar melalui jalur online, membuat vendor lain juga berupaya meniru langkah serupa. Salah satu brand yang terbilang cukup berhasil adalah Realme.

Sejak muncul pertama kali pada Oktober 2018, vendor yang sebelumnya merupakan sub brand Oppo ini, terus menggeber penjualan secara online.

Melalui rangkaian produknya, Realme sukses menjadi game changer di industri smartphone tanah air. Meski terbilang pendatang baru, Realme mampu memikat masyarakat Indonesia, khususnya generasi milenial.

Nama yang mirip dengan kompetitor (baca : Xiaomi), spesifikasi yang mumpuni dan harga yang tak bikin kantong bolong, membuat animo Realme dengan cepat diterima pasar.

Menurut Josef Wang, Marketing Director Realme SEA, deretan angka-angka yang telah dicapai oleh Realme, menandakan hal tersebut.

“Saat ini kami mempunyai lebih dari 600.000 pengguna Realme di Indonesia dalam waktu 8 bulan. Artinya, kami adalah brand paling berkembang #1 di Indonesia,” klaim Josef pada peluncuran Realme 3 Pro dan Realme C2 di Depok, Rabu (8/5/2019).

Selain jumlah pengguna, Josef juga mengungkap beberapa fakta tentang Realme di tanah air. 

“Realme 3 adalah smartphone dengan penjualan tercepat selama 2019 dengan 21.000 unit terjual dalam 3 menit di Lazada. Dan saat ini lebih dari 30.000 orang Indonesia sudah menggunakan Realme 3,” tuturnya kepada reporter Selular, Khoirunissa.

Hanya dalam rentang 8 bulan, Realme sudah membawa 4 seri dengan 5 produk di Indonesia, dari segmen entry level sampai midle range.

Masing-masing Realme 2, Realme 2 Pro, Realme C1, Realme U1, Realme 3 Pro dan Realme C2.

Selain menawarkan kualitas produk dan fitur yang lengkap, saat ini Josef menyebutkan bahwa Realme sudah mempunyai 12.000 point of sale dan lebih dari 118 service center di Indonesia.

“Guna lebih memperkenalkan brand Realme, kami sudah membangun Realme Exclusive Store pertama di Medan, yang juga merupakan pertama di dunia,” ujar Josef.

Pencapaian di Indonesia, imbuh Josef, sejalan dengan pertumbuhan Realme di pasar global.

“Dalam kurun satu tahun kami sudah ada di 10 negara. Mulai April 2019, kami mulai memasuki pasar China. Dan kami bangga mengumumkan bahwa Realme sudah punya 7 juta pengguna secara global,” ungkap Josef.  

Josef mengakui, sesungguhnya tidak mudah untuk memikat konsumen khususnya generasi muda di Indonesia terhadap brand smartphone pendatang baru. Pasalnya, merek-merek smartphone lainnya sudah menguasai pasar anak muda.

Meski demikian, hal itu tidak menyurutkan langkah Realme untuk merebut pasar Indonesia.

“Realme memiliki jajaran produk terlengkap yang dapat memenuhi kebutuhan kaum muda di Indonesia. Sejauh ini kami telah berhasil menciptakan perhatian di seluruh produk kami,” pungkas Josef.

Nah, dengan konsistensi dalam menggarap pasar dengan jajaran produk terbaik dan harga yang kompetitif, bukan tidak mungkin, dengan brand awareness yang semakin kuat, kelak Realme dapat mengungguli vendor lain, khususnya rival terdekatnya, Xiaomi.  

Kita tunggu saja kejutan selanjutnya dari Realme.

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest