Beranda News Telco XL Axiata Sasar Segmen Baru di Tahun 2019

XL Axiata Sasar Segmen Baru di Tahun 2019

-

Jakarta, Selular.ID – Hari ini XL Axiata menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) di Jakarta. Usai Rapat, Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini menyampaikan kepada media sejumlah pencapaian perusahaan selama 2018 dan Outlook 2019.

Dian menyampaikan, selama 2018, ada tiga fokus utama XL Axiata yaitu Strategi Dual Brand (XL-Axis), Ekspansi di Luar Jawa, dan Bagaimana menjadi terdepan di mobile data.

“Kami sudah memulai strategi dual brand pada 2017. Brand Axis kami kembangkan untuk segmen Youth, dimana di dalamnya kami sajikan konten multimedia. Kemudian kami teruskan di tahun 2018 dengan pembangunan konten lebih banyak terutama Games, serta memperluas produk 4G,” papar Dian.

Dian mengaku usahanya membuahkan hasil, karena animo masyarakat sangat tinggi dan secara experience jadi lebih baik. XL net promotor score (NPS) 2018 juga naik lebih dari 2x lipat dibandingkan 2017, begitu juga dengan Axis.

Fokus XL Axiata yang kedua adalah investasi berkelanjutan di Luar Jawa. Pada akhir 2018, Dian mengatakan coverage 4G XL Axiata sudah mencapai 92%. Hal itu meningkatkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan di Luar Jawa, yakni lebih dari 32% selama Q4 2018 dibandingkan Q4 2016.

Fokus perusahaan yang ketiga adalah pada mobile data. Dian mengklaim XL Axiata terbukti menjadi yang terdepan di layanan data, hal itu ditandai dengan 3 hal: pertama, penetrasi smartphone paling tinggi di market dengan 80%. Juga dalam hal kontribusi pendapatan layanan data lebih tinggi dari operator lain yakni di atas 80%. Dari sisi customer, pemakaian data per pelanggan juga lebih tinggi dari operator lain. Hal itu membuktikan XL Axiata menjadi yang terdepan di mobile data leadership.

“Berkat tiga fokus utama di atas membuahkan hasil yang cukup membanggakan karena XL merupakan satu-satunya operator yang mengalami peningkatan pendapatan dan Ebitda di tahun 2018. Seperti diketahui bersama, pada 2018 industri telekomunikasi tumbuh negatif. Revenue tumbuh (-)7,4% sedangkan Ebitda tumbuh (-)16,3%. Alhamdulillah XL Axiata bisa naik pendapatan 0,4% dan kenaikan Ebitda sebanyak 2,3 persen,” terang Dian.

Melihat ke depan, Dian menyampaikan pasar selular Tanah Air akan mengalami pemulihan yang didapat dari layanan data yang ditunjang peningkatan trafik data yang cukup kuat.

“Kalau di tahun 2018 industri tumbuh (-)7,4%, banyak analis memperkirakan di tahun 2019 industri akan tumbuh positif, kira-kira single digit antara 4-5%,” ujarnya.

Secara trafik juga, Dian juga mengatakan pasar akan terus naik, tahun 2019 diperkirakan meningkat sebanyak 60% dibandingkan tahun 2018.

Berbicara mengenai outlook XL Axiata sendiri di tahun 2019, Dian memperkirakan pendapatan dan margin akan terus tumbuh, meskipun persaingan di industri akan tetap ketat.

“Di tahun 2018 pendapatan XL Axiata sekitar Rp23 triliun, dan estimasi di tahun 2019 pendapatan kami akan inline atau lebih baik dari market. Ebitda margin XL pada tahun 2018 37% dan 2019 estimasi tumbuh di high thirties. dan tahun ini XL menganggarkan capex lebih besar. Kalau 2018 Rp6,8 triliun, 2019 menjadi Rp7,5 triliun. Untuk network, jumlah BTS 2018 lebih dari 118, estimasi 2019 memiliki similar growth,” katanya.

Memaparkan strategi di tahun ini, Dian menyampaikan dari segi infrastruktur ada dua hal yang diutamakan. Pertama, investasi jaringan akan difokuskan di Luar Jawa, sementara di Jawa XL Axiata akan fokus pada Fiberisasi (implementasi fiber) untuk persiapan teknologi 5G.

“Untuk segmen yang kami sasar, pada 2019 XL fokus pada segmen baru, yaitu Home: FTTH dan IoT untuk enterprise. Dalam hal device: kami akan meningkatkan kemitraan dengan penyedia handphone untuk mendorong percepatan adopsi 4G terutama di kalangan XL,” pungkas Dian.

Artikel Terbaru