Monday, May 27, 2019
Home News Telco Setelah Huawei, China Mobile Juga Terganjal Masuk Ke AS

Setelah Huawei, China Mobile Juga Terganjal Masuk Ke AS

-

Jakarta, Selular.ID – Kebijakan keras yang diambil Presiden Donald Trump, membuat AS menjadi semakin sulit dimasuki oleh perusahaan-perusahaan telekomunikasi asal China. Setelah Huawei, kini giliran China Telecom yang terganjal masuk ke negeri Paman Sam itu.

Ajit Pai, Ketua Komisi Komunikasi Federal AS(FCC) pada hari Rabu (17/4/2019) mengumumkan penentangannya untuk mengizinkan China Mobile beroperasi di Amerika Serikat, dengan alasan risiko keamanan nasional Amerika.

“Melindungi jaringan komunikasi kita sangat penting untuk keamanan nasional kita,” kata Pai dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan tegas Ajit Pai, menandai akhir dari upaya selama delapan tahun raksasa telekomunikasi China itu untuk masuk ke pasar AS.

Pai menambahkan, bahwa aplikasi yang diajukan China Mobile untuk menyediakan layanan telekomunikasi di AS, dapat meningkatkan risiko keamanan dan penegakan hukum nasional yang serius.

China Mobile, operator seluler terbesar di dunia dengan hampir 930 juta pelanggan pada Februari 2019, pertama kali mengajukan permohonan izin untuk beroperasi di Amerika Serikat pada 2011.

Lima anggota FCC yang terdiri dari Demokrat dan Republik, pada bulan depan dijadwalkan akan memilih pada perintah, yang jika disetujui, akan menolak permintaan China Mobile untuk beroperasi.

Sejak lima tahun terakhir, perusahaan teknologi asal China – seperti Huawei dan ZTE – menghadapi perlawanan keras dari lembaga pemerintah AS, yang menggambarkan mereka sebagai ancaman keamanan.

Sebelumnya, Washington telah melarang perusahaan peralatan jaringan China Huawei mengembangkan jaringan selular 5G ultra-cepat baru di Amerika Serikat dan telah memblokir pembelian layanan pemerintah AS.

Para pejabat Amerika telah berusaha membujuk negara-negara sekutu untuk melakukan hal yang sama. Namun, seruan tersebut tak banyak digubris oleh para sekutu utama di Eropa. Sejauh ini, permintaan AS hanya dipenuhi oleh Australia, Selandia Baru, dan Jepang.

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest