Thursday, November 14, 2019
Home News Social Media 5 Juta Pengguna Internet Sirna Akibat Pajak Media Sosial

5 Juta Pengguna Internet Sirna Akibat Pajak Media Sosial

-

Jakarta, Selular.ID – Pertengahan tahun lalu, negara Uganda memperkenalkan Pajak Media Sosial (OTT) yang mengharuskan penduduknya membayar pajak jika mereka ingin mengakses layanan seperti Facebook, Twitter, WhatsApp, dan banyak lainnya.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Komisi Komunikasi Uganda (UCC), pajak OTT telah berdampak signifikan pada jumlah pengguna internet di negara timur Afrika tersebut. Tercatat ada penurunan sebanyak 3 juta pengguna internet selama periode 3 bulan.

Yang menarik, data yang dikeluarkan UCC hanya mencakup setengah dari pengguna internet di Uganda yang benar-benar membayar Pajak Media Sosial. Hal itu mengakibatkan pendapatan pajak yang dikumpulkan berbeda dari yang diharapkan pemerintah saat memperkenalkannya.

“Dalam kuartal tiga bulan terakhir [Juli hingga September 2018] yang sedang ditinjau, baik jumlah pembayar pajak OTT dan pendapatan OTT berada dalam tren menurun. Angka-angka itu menunjukkan pelanggan yang menggunakan layanan OTT setidaknya sekali dalam kuartal tersebut. 50,4 persen pelanggan internet menikmati layanan OTT pada akhir September 2018,” demikian bunyi pernyataan dari UCC.

Tren total pelanggan dan pendapatan OTT oleh Komisi Komunikasi Uganda

Dampak yang diharapkan dari Pajak Media Sosial

Statistik yang dikeluarkan UCC mengenai pendapatan yang dikumpulkan dari Pajak Media Sosial dan penurunan pengguna internet bukanlah hal yang mengejutkan. Sentimen yang beredar, di antara sebagian besar penduduk Uganda, tujuan tunggal pemberlakuan pajak adalah untuk menghambat kebebasan berbicara orang-orang dengan mengenakan biaya tambahan untuk menggunakan media sosial, serta membayar smartphone mereka dan akses internet.

Dengan demikian, yang terjadi adalah seperti yang ditunjukkan oleh statistik. Beberapa orang memilih untuk sama sekali memangkas penggunaan media sosial mereka seperti yang dapat dilihat dari penurunan lima juta pelanggan internet.

Yang lain memilih untuk membayar pajak sementara yang lain memilih untuk terus menggunakan media sosial tetapi mengabaikan kebutuhan untuk membayar pajak dengan menggunakan aplikasi Virtual Private Network (VPN).

Berapa lama penurunan pengguna internet di Uganda akan berlanjut atau apakah akan stabil pada titik tertentu. Bagaimanapun, pajak OTT tetap merupakan langkah negatif menuju Uganda-terhubung.

Latest