Saturday, September 21, 2019
Home News BRTI Tindak Tegas Nomor Telepon Terindikasi Penipuan ATM

BRTI Tindak Tegas Nomor Telepon Terindikasi Penipuan ATM

-

Jakarta, Selular.ID – Penipuan dengan cara memanipulasi nomor customer service bank pada mesin anjungan tunai mandiri (ATM) akhir-akhir ini cukup meresahkan. Khususnya bagi pengguna ATM bank bersangkutan.

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) pun menerima aduan masyarakat terkait hal itu. Dengan aduan yang diterima, BRTI pun bertindak cepat dengan memblokir nomor kartu SIM telepon seluler yang terindikasi disalahgunakan untuk penipuan.

Menurut Ismail, Ketua BRTI dasar pemblokiran sesuai dengan Ketetapan (TAP) BRTI Nomor: 04 Tahun 2018 tentang Penanganan Pengaduan Penyalahgunaan Jasa Telekomunikasi, Ketetapan itu berlaku terhitung sejak tanggal 10 Desember 2018.

“Setelah menerima aduan masyarakat dan melakukan pemantauan terhadap peredaran video yang viral dalam berbagai grup WA, kami ingin cepat tanggap terhadap pengaduan masyarakat,” tegas Ismail, dalam keterangan resminya (04/01/2019)

Menurut Ismail, langkah cepat diambil sebagai salah satu bentuk perlindungan terhadap masyarakat.

“BRTI telah melakukan koordinasi dengan bank cabang setempat serta dengan operator seluler. Dalam waktu kurang dari 24 jam sejak masuknya pengaduan, nomor yang diindikasikan melakukan penipuan tersebut telah diblokir oleh operator telekomunikasi yang bersangkutan,” jelas Ismail.

Penyalahgunaan jasa telekomunikasi tersebut perlu ditangani dengan cepat dan terintegrasi sehingga kepercayaan masyarakat terhadap tujuan dan manfaat dari proses registrasi pelanggan jasa telekomunikasi terjaga dengan baik dengan tidak mengabaikan hak-hak pelanggan jasa telekomunikasi,” jelasnya.

Untuk perlindungan pengguna jasa telekomunikasi, BRTI dan Kementerian Kominfo mengimbau kepada seluruh pengguna jasa yang mengetahui atau mengalami penipuan untuk segera melakukan pengaduan ke BRTI melalui helpdesk atau akun twitter @aduanBRTI.

Pelanggan jasa telekomunikasi dapat melaporkan panggilan dan/atau pesan yang bersifat mengganggu dan/atau tidak dikehendaki (spam call and/or message), termasuk yang diindikasikan penipuan dalam berbagai bentuknya. Baik itu berupa permintaan untuk segera mengurus pembayaran transaksi tertentu, transfer uang atau informasi pelanggan menjadi pemenang kuis/undian.

Sebagai acuan, TAP BRTI Nomor 4/2018 yang dikeluarkan tanggal 30 November 2018 itu mengatur sanksi atas penyalahgunaan jasa telekomunikasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Latest