Thursday, November 14, 2019
Home News Telco Jaringan 4G Lambat Pulih Ketika Bencana di Sulawesi

Jaringan 4G Lambat Pulih Ketika Bencana di Sulawesi

-

Jakarta, Selular.ID – OpenSignal mengukur dampak yang dialami pengguna ponsel sebelum dan sesudah gempa bumi sebesar 7,5 dengan pusat gempa berada di pulau Sulawesi Indonesia, pada September 2018 lalu. Gempa bumi memicu tsunami dengan ketinggian hingga 6 m dan bersamaan dengan itu menyebabkan berbagai macam kerusakan di kota Palu serta daerah di sekitarnya.

Dampak pada teknologi mobile sangatlah luas tapi berdasarkan data Opensignal tidak menyebabkan pemadaman total di seluruh wilayah tersebut.

OpenSignal mengamati bahwa terjadi penurunan ketersediaan 4G secara drastis, di mana layanan memerlukan hampir dua minggu untuk kembali seperti 30 hari sebelumnya bagi rata-rata pengguna ponsel kami.

Meskipun demikian, ketersediaan 4G tidak tampak menurun parah pada hari pertama saat gempa namun pada hari kedua — Minggu 30 September — ketika ketersediaan LTE turun hingga hampir 60%. Dampak yang terlambat ini mempengaruhi penggunaan jaringan seluler dengan menunjukkan bahwa kerusakan langsung pada menara transmisi akibat gempa bumi bukanlah penyebab utama dari pemulihan jaringan yang terlambat.

Berdasarkan data yang dikumpulkan Opensignal sebelum gempa bumi sinyal LTE cukup menyebar di seluruh kota dan kota administratif di sekitarnya, sementara data yang dikumpulkan pada hari setelah bencana alam kebanyakan berada di tengah kota dan di dekat bandar udara, dengan sebaran pengukuran di seluruh wilayah yang lain. Distribusi tersebut menunjukkan bahwa pengguna ponsel tampaknya dapat menemukan sinyal ponsel di tengah kota di mana penyedia layanan memasang sejumlah menara transmisi untuk melayani kepadatan populasi yang lebih tinggi.

Pada 30 September — dua hari setelah gempa bumi — rata-rata perangkat tersambungkan ke menara transmisi LTE yang berjarak lebih dari 1.400 meter jauhnya, sedangkan dalam 30 hari sebelum jarak rata-rata di lokasi yang sama umumnya di pusat kota, kurang dari 500 meter.

Peningkatan rata-rata jarak sambungan yang jauh menunjukkan bahwa lebih sedikit menara transmisi LTE yang beroperasi dalam beberapa hari setelah gempa bumi, di mana perangkat tidak dapat tersambungkan ke menara transmisi 4G terdekat perangkat tersebut malah tersambungkan ke menara transmisi yang lebih jauh. Hal ini juga menunjukkan bahwa rata-rata lebih banyak perangkat tersambungkan ke menara transmisi yang sama, sehingga meningkatkan kepadatan pada sebagian jaringan yang masih hidup tersebut.

Ketika bencana alam terjadi, operator penyedia layanan mobil menghadapi tantangan yang signifikan untuk memulihkan layanan menjadi normal dan tergantung ukuran bencana yang dapat memerlukan waktu berhari-hari — saat kami ukur dengan hurricane Florence di Amerika. — atau minggu-minggu, setelah gempa bumi di Sulawesi, Indonesia.

Dalam situasi tersebut, operator tidak hanya harus menghadapi pemulihan sebagian jaringan yang terputus, tapi juga menghadapi penurunan penggunaan ponsel karena lebih banyak pengguna yang tersambungkan ke menara transmisi yang lebih kecil, selanjutnya meningkatkan kepadatan di jaringan.

Latest