Jakarta, Selular.ID – Komisi Perlindungan Data (DPC) Irlandia mengeluarkan laporan yang mencakup kegiatannya paruh pertama 2018, yang menyoroti keluhan terhadap LinkedIn.

Dilansir dari TechCrunch, LinkedIn telah menggunakan jutaan alamat email non-pengguna-LinkedIn untuk menargetkan iklan di Facebook. Menyusul keluhan itu, DPC melakukan audit dan menemukan bahwa hal itu melanggar peraturan perlindungan data.

BACA JUGA:
Ingin Nomor WhatsApp Lebih Privasi? Lakukan Hal Ini

Dalam upaya untuk mengembangkan basis pengguna, LinkedIn “memproses alamat email yang dihimpun sekitar 18 juta non-anggota-LinkedIn,” dan kemudian menggunakannya untuk menargetkan mereka melalui iklan di Facebook.

TechCrunch menggarisbawahi banyak perusahaan memindahkan operasi pemrosesan data mereka ke Irlandia sebelum penerapan peraturan data Eropa yang baru.

DPC mengatakan “keluhan akhirnya diselesaikan secara damai,” dan LinkedIn telah menghentikan praktik-praktik tersebut.

BACA JUGA:
Calon CEO WhatsApp 'Angkat Kaki'

Namun, Komisi “khawatir dengan isu-isu sistemik yang lebih luas yang diidentifikasi” dalam laporannya, dan melakukan audit kedua untuk melihat apakah LinkedIn memiliki cukup “keamanan teknis dan tindakan secara organisasi.”

Ternyata Komisi menemukan LinkedIn telah “melakukan pra-perhitungan jaringan profesional untuk non-anggota-LinkedIn,” dan memerintahkan mereka untuk menghentikan dan menghapus data terkait yang ada sebelum Mei 2018.

BACA JUGA:
Facebook Siapkan Fitur Blokir Kata di Wall Pengguna

Dalam sebuah pernyataan kepada TechCrunch, Komisi mengatakan mereka bekerja sama dengan investigasi, namun proses dan prosedur yang dimiliki tidak diikuti. “Kami telah mengambil tindakan yang tepat dan meningkatkan cara kami bekerja untuk memastikan ini tidak akan terjadi lagi.”