Tim YouTube bersama komunitas
Tim YouTube bersama komunitas (Donnie/Selular.ID)

Jakarta, Selular.ID – Saat ini YouTube kerap kali digunakan oleh para generasi milenial dan konten kreator dalam mengembangkan kreatifitas. Berbagai konten kreator, membuat dan meng-upload video mereka di YouTube.

Jenis video yang diunggah beragam jenis dan kategorinya. Kategori video yang sering diupload di YouTube diantaranya teknologi, lifestyle, musik, travel, entertainment dan sebagainya. Mulai dari video review produk, tips, video lucu, video keseharaian dan video menarik lainnya sering dimuat di YouTube.

 

Perkembangan YouTuber setiap tahunnya terus meningkat. Bahkan YouTuber bisa dijadikan sebagai lahan pekerjaan dan profesi baru.

Tentunya ini tergantung konten yang diunggah, jumlah subscriber dan viewer. Penghasilan dari YouTuber ini terbilang tinggi, jika sudah memiliki jumlah jumlah subscriber dan viewer yang tinggi pula.

BACA JUGA:
Youtube Sedang Kembangkan Cara Cegah Serangan Dislike

Rata-rata penghasilan YouTuber Indonesia per tahunnya mencapai miliaran rupiah. Tak heran jika banyak orang berlomba-lomba menjadi YouTuber.

Akankah di tahun 2019 mendatang, YouTuber masih menjadi trend atau profesi yang menggiurkan ? Redaksi Selular.ID mencoba menanyakan hal ini kepada Fibriyani Elastria, Head of Consumer Marketing Google Indonesia disela acara peluncuran Dongeng Yuk untuk YouTube Kids di bilangan Kuningan, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

“Perkembangan konten kreator lokal dalam kurun satu hingga dua tahun terakhir terus melesat. Di Indonesia, pertumbuhan konten kreator 2 kali lipat di tahun 2018 ini. Hal ini didorong dari konten lokal Indonesia yang dikembangkan oleh konten kreator lokal,” ungkap Fibri.

BACA JUGA:
Youtube Gulirkan Fitur Rekomendasi Unduhan Video

Disampaikan Fibri, konten kreator sudah tersebar rata di semua wilayah Indonesia.

“Konten kreator tidak hanya berasal dari kota besar saja di Indonesia. Namun kota kecil juga,” ucap Fibri.

Fibri menyebutkan ada beberapa kategori konten video yang populer di YouTube di Indonesia.

“Musik, entertainment dan how-to masih menjadi top kategori di YouTube. Kalau teknologi masuknya ke kategori how-to. Karena di teknologi orang banyak yang ingin tahu seputar teknologi. Biasanya, teknologi memuat video review, tips dan sebagainya,” jelas Fibri.

BACA JUGA:
Cegah Hoax Youtube Gulirkan Fitur Baru

Dijelaskan Fibri, saat ini YouTube memiliki lebih dari 1700 channel dan total 100.000 subscriber. Fibri memprediksikan di tahun 2019 mendatang, konten kreator atau YouTuber terus berkembang pesat. Bisa disimpulkan YouTuber masih menjadi profesi yang menggiurkan di tahun 2019.

Seiring dengan kemajuan teknologi, peran YouTuber ini seolah menggantikan peran serta media massa seperti televisi, radio, media cetak dan media online. Karena trend nya terus berubah, saat ini orang lebih suka menonton video di smartphone melalui YouTube daripada membaca artikel. Sejumlah media massa tanah air juga sudah mengembangkan channel YouTube mereka sendiri agar keberadaan mereka tidak tergusur oleh para YouTuber.