Jakarta, Selular.ID – Tim Riset dan Analisis Global Kaspersky Lab (GReAT) telah menemukan sejumlah infeksi Trojan tidak dikenal. Ada indikasi terkait dengan pelaku ancaman berbahasa Tionghoa paling terkenal yaitu LuckyMouse. Karakteristik jenis malware ini adalah penggunaan driver yang dilengkapi sertifikasi digital dikeluarkan oleh perusahaan developer software terkait keamanan informasi.

Selama ini Grup LuckyMouse dikenal atas serangan siber yang telah dilancarkan di seluruh dunia. Kegiatan kelompok tersebut dapat menimbulkan bahaya di seluruh kawasan, termasuk Asia Tenggara dan Asia Tengah karena serangan mereka tampaknya memiliki agenda politik tertentu. Fenomena tersebut terlihat dari profil korban dan vektor serangan sebelumnya.

BACA JUGA:
500 Data Tamu Hotel Marriot Dibobol, Ini Solusi dari Kaspersky Lab

Peneliti Kaspersky Lab berpikir bahwa Trojan yang terdeteksi mungkin telah digunakan untuk spionase siber suatu negara yang didukung oleh pemerintahannya Jenis Trojan yang ditemukan oleh para ahli Kaspersky Lab menginfeksi komputer target melalui driver yang dibuat oleh pelaku ancaman. Setelah berhasil menyusup, penyerang dapat menjalankan semua perintah termasuk eksekusi perintah, mengunduh dan mengunggah file, serta mencegat lalu-lintas jaringan.

Driver tersebut menjadi bagian paling menarik dari praktik penyerangan yang dijalankan. Agar terlihat berasal dari sumber yang terpercaya, kelompok tersebut mencuri sertifikat digital yang dimiliki oleh pengembang perangkat lunak terkait keamanan informasi dan menggunakannya sebagai penanda sampel malware. Upaya tersebut dilakukan untuk menghindari deteksi dari solusi keamanan dengan menyertakan penanda yang sah maka malware dapat tampak seperti software legal.

BACA JUGA:
Kaspersky Lab : Waspada Berbelanja di E-commerce Jelang Natal dan Tahun Baru!

LuckyMouse memiliki kemampuan untuk membangun sendiri sotware berbahaya. Namun perangkat lunak yang digunakan dalam serangan itu merupakan kombinasi dari malware khusus dan sampel kode yang tersedia untuk publik dari repositori umum. Mereka menggunakan kode pihak ketiga yang siap digunakan dapat menghemat waktu pembuatan malware dan membuat proses atribusi semakin sulit.

BACA JUGA:
Kaspersky Lab : Jumlah Ransomware Meningkat Sebesar 43% di Tahun 2018

“Munculnya kampanye LuckyMouse selalu bertepatan waktunya dengan perhelatan politik dengan profil yang besar dan waktu penyerangan biasanya mendahului puncak acara politik dunia tersebut. Pelaku kejahatan tidak begitu mengkhawatirkan atribusi karena mereka menggunakan kode pihak ketiga dalam program yang dijalankan, sehingga tidak memakan waktu bagi mereka untuk menambahkan lapisan lain pada droppers atau bahkan untuk mengembangkan modifikasi pada malware tersebut. Namun, metode ini masih tidak dapat terlacak,” jelas Denis Legezo, Peneliti Keamanan Kaspersky Lab melalui ketrangan resminya.