Jakarta, Selular.ID – E-commerce menjadi salah satu sarana penjualan yang efektif bagi vendor smartphone. Dalam peluncuran produk terbaru, para vendor smartphone menggandeng sejumlah e-commerce untuk memasarkan produk mereka.

Namun, seringkali e-commerce dimanfaatkan oleh sejumlah oknum sebagai wadah peredaran ponsel Black Market (BM). Shopee salah satunya.

Belum lama ini, ditemukan ponsel BM Xiaomi Redmi Note 5 di Shopee. Padahal Shopee telah bekerjasama dengan pemerintah dan brand smartphone untuk mengatasi peredaran ponsel BM di platform-nya.

Nyatanya, masih ada saja seller yang menjual Redmi Note 5 versi BM. Ini wajar adanya mengingat masih banyak ponsel Xiaomi yang masuk ke Indonesia secara tidak resmi.

Pembeli Redmi Note 5 tidak menyangka jika smartphone yang dibeli adalah produk BM. Tulisan Cina yang terdapat pada box mengindikasikan bahwa ponsel tersebut adalah ponsel BM. Jelas ini sangat merugikan bagi pembeli.

BACA JUGA:
Kominfo Optimis Regulasi IMEI Rampung Tahun Ini

Redaksi Selular.ID meminta tanggapan dari Rezki Yanuar, Country Brand Manager Shopee Indonesia terkait hal ini.

“Kita sedang menyelidiki kasus ini untuk memastikan kronologisnya. Proses investigasi biasanya selesai dalam hitungan hari. Ini tergantung seller atau buyernya apakah bisa dihubungi dengan cepat. Bisa juga tergantung dari pihak ketiga. Misalnya, pengecekan lain-lain seperti order sistem logistik oleh pihak ketiga,” ujar Rezki melalui pesan singkat kepada Selular.ID.

Rezki menyampaikan bahwa buyer yang merasa tertipu harus menjelaskan secara rinci kronologis-nya agar proses penyidikan dapat segera diselesaikan. Dikatakan Rezki, konsumen bisa melaporkan ke customer service kami jika menemukan penipuan seperti ponsel BM tersebut.

“Kalau seller menulis ponsel asli ternyata yang datang palsu, itu namanya menipu konsumen. Kami akan menindak tegas seller tersebut jika terbukti menjual ponsel BM atau melakukan tindak penipuan. Salah satunya dengan membekukan akun seller tersebut sehingga tidak bisa berjualan lagi di Shopee,” tegas Rezki.

BACA JUGA:
Shopee Gelar 12.12 Brithday Sale Dengan Penawaran Terbesar

Rezki menyampaikan bahwa Shopee akan memecahkan masalah ponsel BM atau penipuan lainnya bersama seller dan buyer.

“Kami akan bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan seller untuk memberikan kenyamanan kepada buyer dan seller. Ketika terbukti memang si seller yang melakukan penipuan, maka si buyer akan mendapatkan penggantian unit. Untuk biaya penggantiannya, Shopee bersama seller yang bertanggung jawab. Bisa juga seller yang lebih besar, tentunya tergantung kesepakatan bersama,” jelas Rezki.

Dijelaskan Rezki sebaiknya sebelum membeli sebaiknya buyer memastikan bahwa si seller memiliki ratting terbaik.

“Dari kasus ini tidak bisa dipastikan siapa yang salah. Pembeli sebaiknya berhati-hati dalam membeli ponsel di seller. Pilih Shopee mall atau star seller dan baca dengan seksama deskripsi produk yang akan dibeli, semakin tinggi bintang-nya dan semakin komplit deskripsi produk-nya semakin baik. Sebaiknya buyer membeli ponsel di Shopee Mall yang sudah terjamin asli kualitasnya. Untuk si seller sebaiknya menjual barang yang asli dan jangan menipu konsumen,” tandas Rezki.

BACA JUGA:
Iklan Kontroversial : Dari Indosat Bekasi, Grab Zombie Hingga Shopee Blackpink

Menurut Rezki marketplace sangat terbuka. Jadi barang yang masuk ke marketplace lebih bebas dan beragam.

“Secara sistem barang yang bisa dijual adalah yang sesuai dengan aturan hukum di Indonesia. Untuk memenuhi hal tersebut, kami memiliki SDM yang bertugas memfilter barang masuk setiap harinya. Yang jelas kita akan terus memerangi ponsel BM di Indonesia.