Jakarta, Selular.ID – Ericsson memperluas Platform 5G end-to-end dengan menambahkan produk- produk hardware dan software ke portofolio Sistem Radio EriCsSon. Ini ditujukan agar semakin meningkatkan kemudahan dan kecepatan operator dalam menyelenggarakan implementasi jaringan 5G.

Ericsson juga memperkuat solusi transport seluler end-to-end dengan memanfaatkan keahliannya di bidang radio serta penambahan teknologi transport terbaik di kelasnya dari Juniper Networks dan ECI.

Ericsson meluncurkan portofolio RAN Compute untuk memaksimalkan Radio Access Network (RAN) secara fleksibel mendistribusikan fungsi RAN secara fleksibel seperti beam forming dan kontrol radio. Ini diperlukan untuk menyempurnakan kinerja penggunaan, serta mengurangi total biaya kepemilikan.

BACA JUGA:
Cetak Laba USD301 Juta, Kinerja Ericsson Mulai Menghijau

Portofolio RAN Compute melengkapi empat produk RAN Compute baru yang menyediakan hingga tiga kali lipat kapasitas modul basebands saat ini. Dua jenis modul Basebands RAN Compute yang baru mampu menyelenggarakan fungsi RAN secara terpusat, atau di lokasi radio.

Sementara dua RAN Compute Radio Processors yang baru memungkinkan fungsi RAN ditempatkan lebih dekat ke radio untuk meningkatkan mobile broadband dengan latensi ultra rendah sambil mengurangi penggunaan ruang di lokasi.

BACA JUGA:
Cetak Laba USD301 Juta, Kinerja Ericsson Mulai Menghijau

”5G memungkinkan latensi rendah, kecepatan dan keandalan yang tinggi. Ini dibutuhkan sebagai dalam digitalisasi industri dan mempercepat upaya Pemerintah untuk mewujudkan Making Indonesia 4.0. Solusi yang kami Iuncurkan hari ini menawarkan sebuah platform 5G yang lebih luas dan bisa beradaptasi dengan baik sehingga provider akan lebih mudah melakukan implementasi 5G,” ungkap Jerry Soper, Presiden Direktur Ericsson Indonesia melalui keterangan resminya.

BACA JUGA:
Cetak Laba USD301 Juta, Kinerja Ericsson Mulai Menghijau

Ericsson juga meluncurkan perangkat lunak Ericsson Spectrum Sharing baru, yang meningkatkan keserbagunaan Ericsson Radio System untuk implementasi 5G. Teknologi software ini memberikan provider peluang yang lebih besar untuk mengaktifkan 5G dan mempercepat proses penjangkauan jaringan.

Ericsson Spectrum Sharing memungkinkan migrasi jaringan yang mulus dan cepat melalui dukungan simultan dan dinamis 4G dan 5G dalam spektrum yang sama menggunakan Ericsson Radio System.

Tentunya ini dilakukan ketika operator siap untuk melakukan transisi. Fungsionalitas baru ini dapat diimplementasikan melalui instalasi perangkat lunak secara remote pada radio dengan Sistem Radio Ericsson yang telah ada sejak 2015.

BACA JUGA:
Cetak Laba USD301 Juta, Kinerja Ericsson Mulai Menghijau

”Melalui teknologi terbaru Ericsson ini kami optimis dapat membantu provider untuk segera merampungkan implementasi 5G di Indonesia. Selain itu, operator akan mampu mengelola jaringan mereka secara efisien dan pada saat yang sama menurunkan total biaya yang diperlukan untuk pengembangan dan peyelenggaraan 5G. Kami memastikan migrasi tanpa hambatan dari 4G ke 5G,“ tutup Jerry.