Jakarta, Selular.ID – Persaingan pasar smartphone Indonesia kian sengit. Terlihat dari laporan terbaru IDC Indonesia, selisih pangsa pasar tiap vendor semakin tipis.

Kalau tahun lalu Samsung digdaya, tahun ini pangsa pasarnya menciut. Menurut IDC Indonesia, market share Samsung menurun sebanyak 5 persen di kuartal kedua 2018 dari sebelumnya 32 persen pada tahun lalu menjadi 27 persen tahun ini.

Vendor asal Korea Selatan itu terjerembab hampir di semua lini. Mulai dari entry level, menengah, high-end, hingga premium.

Di segmen entry level, jajaran smartphone Samsung diserang bertubi-tubi oleh vendor lokal dan vendor China seperti Xiaomi dan Oppo A series. Sementara di kategori menengah, sudah sejak dua tahun lalu Oppo F series dan Vivo V series mendominasi.

BACA JUGA:
Samsung Buka Toko Online Sendiri

Segmen premium tak ayal menjadi incaran bersama. Mulai tahun ini, Oppo, LG, sampai Huawei, mulai mengeluarkan flagship di Indonesia.

Hadirnya “pemain baru” di segmen smartphone premium, semakin mengeruk market share Samsung. Wajar bila Samsung harus mengubah strategi di Indonesia.

Menyiasati penurunan pangsa pasar yang kian kentara, Samsung mulai umbar berbagai promosi. Hal itu terlihat dari Promo September Ceria yang dihadirkan Samsung Mobile Indonesia di tanah air.

Tidak tanggung-tanggung, vendor bahkan memberi cashback hingga Rp2,5 juta untuk pembelian Samsung Galaxy Note 8 dari harga normal Rp12.999.000 menjadi Rp10.499.000.

Mungkinkah itu jawaban dari kegelisahan Samsung akan raihan yang dicapai rivalnya?

“Penjualan Oppo Find X di Indonesia adalah yang tertinggi di Asia Tenggara,” ujar Aryo Meidianto A, PR Manager Oppo Indonesia, pada acara penjualan perdana Oppo Find X di Indonesia beberapa waktu lalu di Jakarta.

BACA JUGA:
Market Share Cuma 0,8%, Samsung Tutup Pabrik Ponsel di China

Padahal, Oppo Find X ditawarkan tidak murah, yakni Rp12.999.000. Sebelumnya, smartphone dengan harga di atas Rp 10 juta identik dengan Samsung, tapi sepertinya hal itu akan berubah tahun ini.

Sama seperti Oppo Find X, di segmen menengah, Aryo mengungkap Oppo F9 terjual lebih tinggi dibanding F series sebelumnya.

“Oppo F9 terjual lebih banyak 30 persen dibandingkan Oppo F7. Hingga memasuki pekan kedua September, Oppo F9 sudah terjual puluhan ribu unit,” terang Aryo.

Di segmen entry-level, Oppo A3s bahkan disambut lebih fantastis. Aryo mengaku smartphone yang dijual sejak 30 Juli 2018 itu sudah terjual ratusan ribu unit di Indonesia.

BACA JUGA:
Oppo dan Realme Tidak Saling Kanibal

Kepada Selular.ID, Aryo mengungkapkan kunci di balik kesuksesan tiga smartphone di segmen berbeda tersebut.

“Karena Oppo menerapkan keunggulan perangkat kelas atas dan mid-end ke entry level seperti Dual Camera, Gloss design, dan baterai besar 4230mAh,” terang Aryo.

Berbekal hasil laporan IDC dan beberapa lembaga riset lain, wajar bila Samsung harus memutar otak guna mempertahankan pangsa pasarnya. Cashback dan potongan harga menjadi solusi tercepat yang bisa dilakukan perusahaan saat ini terhadap produknya yang kerap dilabeli “kemahalan”.

Dengan berbagai promosi, akankah Samsung mampu mempertahankan posisi nomor wahidnya di Indonesia sampai akhir tahun? Bagaimana menurut Anda?