Jakarta, Selular.ID – Polemik ponsel Black Market (BM) seakan tak kunjung usai. Bahkan sekarang peredaran ponsel BM semakin luas baik secara online maupun offline. Di online, e-commerce ditengarai menjadi wadah yang sering digunakan oleh sejumlah oknum dalam menjual ponsel BM.

Melihat maraknya peredaran ponsel BM, Shopee selaku salah satu e-commerce angkat bicara.

“Marketplace itu sangat terbuka. Kami bekerjasama dengan Kominfo untuk mengatasi dan mencegah peredaran ponsel BM. Kami konsultasi dengan Kominfo jika terjadi peredaran ponsel BM di Shopee. Sebaliknya, Kominfo juga melaporkan kepada kita jika ditemukan ponsel BM di Shopee,” ungkap Radityo Triatmojo, Head of Government Relation Shopee Indonesia saat ditemui Selular.ID di bilangan Menteng, Jakarta, Selasa (4/9/2018).

BACA JUGA:
Tutup Tahun, Realme U1 Kembali Menggebrak dengan Promo Fantastis
Radityo Triatmojo, Head of Government Relation Shopee Indonesia (Donnie/Selular.ID)

Disampaikan Radityo, pihaknya selalu mentaati aturan pemerintah dalam mengatasi peredaran ponsel BM.

“Kita bekerjasama dengan vendor smartphone dalam memasarkan produk mereka di Indonesia. Jadi, ketahuan mana ponsel resmi yang masuk ke Indonesia dan mana yang tidak. Kami telah bekerjasama dengan 5 vendor smartphone dan kedepannya akan terus berkembang. Oppo salah satunya,” jelasnya.

BACA JUGA:
Shopee Gelar 12.12 Brithday Sale Dengan Penawaran Terbesar

Dikatakan Radityo, kerjasama dengan brand smartphone disesuaikan dengan campaign yang digelar Shopee.

“Untuk kerjasama dengan vendor smartphone kita terus berkembang. Tidak hanya itu-itu saja,” tandasnya.

Menurutnya, gadget menjadi salah satu kategori yang paling diminati dan masuk Top 5.

“Kita juga sedang mengembangkan Shopee Mall yang banyak bekerjasama dengan vendor smartphone. Semakin banyak kerjasama dengan vendor smartphone, semakin kecil peluang ponsel BM masuk ke Shopee,” tutup Radityo.