Saturday, August 17, 2019
Home Smartphone IDC: Top 5 Vendor Smartphone di Indonesia Q2 2018

IDC: Top 5 Vendor Smartphone di Indonesia Q2 2018

-

Jakarta, Selular.ID — Pengiriman smartphone pada kuartal kedua 2018 di Indonesia mencatatkan rekor tertinggi, setidaknya itu hasil laporan terbaru International Data Corporation (IDC) Quarterly Mobile Phone Tracker.

Berdasarkan data IDC, pengiriman smartphone di Indonesia mencapai 9,4 juta unit pada 2Q18 dengan pertumbuhan sebesar 22% dari kuartal sebelumnya.

Bila dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, angka itu meningkat 18%, menjadikan pengiriman pada kuartal ini menjadi tertinggi di Indonesia.

Dari 9,4 juta unit tersebut, kelima pemain teratas mendominasi lebih dari 85% pasar smartphone lokal. IDC menekankan pencapaian tersebut disebabkan oleh besarnya pertumbuhan pengiriman smartphone Xiaomi.

Lima vendor smartphone teratas pada kuartal kedua 2018 menurut IDC Indonesia adalah Samsung (27%), Xiaomi (25%), Oppo (18%), Vivo (9%), dan Advan (6%).

“Xiaomi sebagai “kuda hitam” yang telah melewati berbagai tantangan pertumbuhan di masa lalu dan berhasil menduduki posisi kedua pengiriman smartphone terbesar di Indonesia. Bertolak belakang dengan Oppo dan Vivo, kegiatan marketing campaign Xiaomi jauh lebih sederhana serta memberikan keuntungan yang lebih sedikit untuk mitra distribusinya dan mampu memberikan perangkat dengan rasio price-to-spec yang lebih kompetitif, sehingga memberikan konsumen value-for-money yang lebih baik. Dengan menerapkan strategi ini, Xiaomi berhasil memperoleh market share dan mind share yang signifikan,” jelas Risky Febrian, Market Analyst, IDC Indonesia, pada keterangan tertulis yang disetrima Selular.ID (7/9/2018).

Sebelumnya, Oppo dan Vivo mampu melangkah jauh di pasar Indonesia dengan kegiatan marketing yang agresif dan keuntungan yang lebih besar bagi mitra distribusinya. Hal ini bersifat disruptif di pasar yang berdampak pada meningkatnya pangsa pasar smartphone midrange (USD200<USD400), dimana hal itu berhasil menarik minat konsumen yang berencana untuk mengganti smartphone-nya.

Pada 2Q18, Harga penjualan rata-rata (ASP) untuk produk Oppo dan Vivo berkisar di US$220, sementara Xiaomi berkisar di US$130. Selain rentang harga yang kompetitif, kegiatan marketing Xiaomi lebih berfokus pada pemasaran yang bersifat internet-centric seperti mengadakan flash sale berkala melalui mitra e-commerce, mobile gaming, dan dukungan penuh terhadap komunitas penggemarnya yang pada akhirnya berperan untuk menyebarkan branding Xiaomi dari mulut ke mulut dan di media sosial.

“IDC memperkirakan Xiaomi akan terus menerapkan strategi ini dalam usahanya untuk meraih posisi teratas di pasar smartphone Indonesia. Pada kuartal mendatang, pemain lain mau tidak mau harus mempertimbangkan strategi pricing-nya untuk dapat berkompetisi secara efektif, dan pemain lokal diperkirakan akan menerima dampak yang paling besar dari agresifnya strategi Xiaomi,” papar Febrian.

Namun demikian, Febrian menegaskan tetap ada beberapa tantangan yang harus dihadapi Xiaomi seperti kendala pasokan dan produk ilegal untuk beberapa model smartphone populernya, di mana hal tersebut memiliki dampak negatif terhadap harga dan permintaan di pasar lokal.

Latest