Jakarta, Seluar.ID – Sejak didirikan, Grab mengaku senantiasa berusaha untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan para penumpang maupun mitra pengemudi melalui berbagai program dan pelatihan.

“Kami juga berusaha untuk terus mendengarkan aspirasi dan masukan dari mereka, serta secara aktif mencari tahu apa yang dapat kami tingkatkan untuk memberikan kualitas pelayanan terbaik dalam meningkatkan pengalaman berkendara mereka bersama Grab,” Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia.

Sebagai tindak lanjut dari fitur ‘Anti Tuyul’ yang telah diluncurkan pada awal Agustus 2018 serta kampanye ‘Grab Lawan Opik!’ yang telah dilaksanakan sejak awal tahun ini, berbagai macam fitur canggih terbaru telah diluncurkan berdasarkan masukan dari mitra pengemudi yang jujur.

BACA JUGA:
SoftBank Kucurkan Dana ke Grab Senilai Rp 21,8 Triliun

Beberapa fitur canggih tersebut diantaranya adalah fitur Anti Tuyul dan fitur ‘Selfie Authentication’ yang diharapkan dapat turut memberantas pihak-pihak yang diduga melakukan peminjaman atau bahkan melakukan jual beli akun mitra pengemudi secara ilegal, serta mencegah adanya penggunaan akun-akun tersebut secara tidak bertanggung jawab.

Selain berbagai fitur canggih tersebut Grab dikatakan Ridzki menjadi satu-satunya platform pemesanan kendaraan yang menerapkan prinsip KYC (know your customer) secara ketat dalam pendaftaran mitra pengemudi GrabCar demi meningkatkan aspek keselamatan penumpang yang menjadi prioritas utama perusahaan.

BACA JUGA:
2019, Grab Rambah Bisnis Travel

Grab melakukan pengecekan dokumen-dokumen (KTP, SIM, STNK dan SKCK) secara fisik dan menemui calon mitra pengemudi secara langsung. Grab juga memeriksa kondisi kendaraan calon mitra pengemudi. Berbagai inisiatif ini kami lakukan guna menjamin keamanan dan keselamatan penumpang, serta kesejahteraan mitra pengemudi Grab.

“Kami juga berkomunikasi secara reguler dengan komunitas mitra pengemudi termasuk melalui berbagai pertemuan dan media sosial untuk memastikan bahwa aspirasi mereka kami dengar dan kebijakan perusahaan dimengerti dengan baik oleh seluruh mitra pengemudi. Grab menghargai setiap aspirasi dan masukan dari mitra pengemudi selama dilakukan secara damai dan dalam koridor hukum, serta sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ungkapnya.

BACA JUGA:
Grab Indonesia Resmikan 'Tempat Nongkrong' Driver di Wilayah Selatan

Terkait unjuk rasa yang terjadi beberapa hari yang lalu, menurut Ridzki aksi tersebut dilakukan oleh sekelompok kecil mitra pengemudi yang tidak mewakili keseluruhan komunitas mitra pengemudi Grab. Dan dari yang melakukan aksi ini banyak yang terindikasi sebelumnya melakukan kecurangan yang merugikan penumpang dan mitra pengemudi lainnya.

“Grab memiliki hubungan baik dengan komunitas mitra pengemudi kami 137 kota di mana kami beroperasi,” imbuhnya.