Jakarta, Selular.ID – Perusahaan teknologi ritel, Warung Pintar mengumumkan telah mendapatkan pendanaan baru sebesar USD4 juta (atau setara Rp. 57,9 miliar) dari Vertex Ventures, Pavilion Capital, dan Line Ventures.

Investasi ini rencananya akan digunakan untuk mempercepat misi Warung Pintar dalam membantu meningkatkan kualitas warung di Jakarta dan mendorong inklusi teknologi untuk usaha mikro.

Sejak mendapatkan pendanaan pertama 6 bulan yang lalu, jumlah Warung Pintar telah tumbuh pesat sebesar 3477%, dengan rata-rata pertumbuhan bulanan sebesar 187%. Saat ini, Warung Pintar memiliki 319 kios di seluruh Jabodetabek dan dioperasikan oleh lebih dari 500 pengusaha mikro.

Beberapa program dan kolaborasi juga terus dibuat guna mendorong pertumbuhan Warung Pintar dan mempromosikan keuangan digital bagi pemilik kios.

BACA JUGA:
Janji Sejahterahkan Warung dan Petani, Warung Pintar Akuisisi Limakilo

Kolaborasi yang terbaru antara lain dengan sistem pembayaran milik Go-jek, yaitu Go-Pay, yang memungkinkan pelanggan toko untuk melakukan pembayaran tanpa uang tunai di semua Warung Pintar.

Saat ini terdapat lebih dari 12.000 calon mitra yang terdaftar dan menunggu untuk dapat bergabung dengan Warung Pintar. Hal ini menunjukkan antusiasme yang besar dari
masyarakat terhadap peluang-peluang baru yang diberikan oleh Warung Pintar.

Pengembangan teknologi pun terus dilakukan guna meningkatkan kesejahteraan para mitra Warung Pintar. Sofian Hadiwijaya, CTO dari Warung Pintar mengungkapkan bahwa teknologi telah terbukti meningkatkan efisiensi operasional kios, yang kemudian berdampak pada peningkatan penjualan dan pendapatan mereka.

BACA JUGA:
Tahun Ini Warung Pintar Ingin Merubah 5000 Warung Konvensional

Menurut data, Warung Pintar telah meningkatkan rata-rata pendapatan bulanan mitra warung sebesar 89,5% dari sebelumnya dengan jumlah dapat mencapai hingga Rp. 4,17 juta – 15% lebih tinggi dari upah minimum wilayah Jabodetabek.

“Kami terus berinovasi dan mendengarkan apa yang dibutuhkan pelanggan serta mitra kios agar teknologi yang kami kembangkan dapat diakses dan mudah digunakan oleh mereka. Kami terus mencoba memecahkan masalah hyper-local yang dimiliki para warung ini setiap hari dengan teknologi terbaru serta pengetahuan global tentang produk. Oleh karena itu kami tengah membangun tim engineering dengan pemahaman teknis yang kuat dan hati yang besar bagi masyarakat Indonesia”, jelasnya .

BACA JUGA:
Tahun Ini Warung Pintar Ingin Merubah 5000 Warung Konvensional

Willson Cuaca, Managing Partner East Ventures dan Komisaris Warung Pintar mengatakan, Warung Pintar benar-benar lahir dari masalah yang ada di depan mata kita sendiri tetapi tidak kita sadari.

“Kami yakin dan bersemangat untuk membawa inklusi keuangan kepada penduduk yang belum memiliki rekening bank (unbanked population) dengan memberi mereka kekuatan finansial dan penghasilan tambahan, bukan dengan meminjamkan uang seperti apa yang sedang tren baru-baru ini,” paparnya.

Seperti diketahui, UMKM selalu menjadi penyumbang utama bagi perekonomian di Asia Tenggara dan mereka mencakup lebih dari 90% perkembangan bisnis. Sebagian besar UMKM masih melakukan bisnis dengan cara tradisional.