CHIEF of Brand Smartfren, Roberto Saputra (Donnie Pratama Putra/Selular.ID)

Jogjakarta, Selular.ID – Selain jaringan, Smartfren juga memproduksi smartphone dengan brand Andromax. Sejauh ini respon masyarakat Indonesia cukup baik terhadap smartphone Andromax. Ini terbukti dengan pencapaian Smarfren Andromax dengan pencapaian Top 5 Vendor Smartphone 2017 – 2018 versi Canalys.

Di Canalys, Smartfren Andromax menduduki posisi kelima. Data Canalys tersebut mengungkapkan pendapatan Smartfren Andromax Q1 2017 mencapai USD780 ribu atau setara Rp10 miliar. Smartfren terakhir kali meluncurkan smartphone terbarunya yakni Adromax L di tahun 2017 lalu.

BACA JUGA:
Smartfren Gelar Kompetisi Game Mobile Legend Bang Bang Khusus Amatir

Di tahun 2018 ini, tidak terdengar kabar lagi mengenai Andromax. Selular.ID pun menanyakan Chief of Brand Smartfren, Roberto Saputra di Jogjakarta, Rabu (15/8/2018).

“Di tahun 2018 ini, kami akan fokus ke jaringan. Kami tidak akan meluncurkan smartphone Andromax terbaru lagi. Tidak akan ada inovasi baru lagi dalam smartphone Andromax. Handset akan kita transisi,” jelas Roberto.

Dikatakan Roberto, Smartfren itu lahir sebagai operato.

BACA JUGA:
Perhatikan 7 Hal Ini Sebelum Membeli Smartphone

“Dulu kita buat Andromax agar teknologi 4G kita dapat diminati di smartphone dengan harga terjangkau. Kala itu, handset yang mendukung teknologi 4G Smartfren itu mahal. Makanya dulu kita push Andromax,” imbuh Roberto.

Disampaikan Roberto, sekarang market nya sudah beda.

“Dulu orang beli Smartfren karena Andromax. Kita tidak mau dilihat vendor ponsel sebagai kompetitor. Smartfren ya sebagai provider,” tandasnya.

Diungkapkan pria berkacamata ini, kalau di pasaran Andromax masih ada.

BACA JUGA:
Kini Pelanggan Bolt Bisa Nikmati Layanan Smartfren

“Untuk maintenance seperti after sales Andromax masih kita handle. Target kita untuk menjual habis semua ponsel Andromax di pasar hingga akhir tahun 2019,” terang Roberto.

Diucapkannya, Smartfren masih produksi Mi-fi.

“Saat ini Smartfren fokus ke open market handset dan jaringan. Kita sedang jajaki kerjasama dengan Lenovo, Asus, Xiaomi. Sedangkan Samsung sudah lebih dulu kerjasama. Ini ditujukan untuk mengoptimalkan jaringan 4G+ Smartfren,” tutup Roberto.