Jakarta, Selular.ID – Demi mengejar ambisi sebagai kekuatan baru ekonomi digital, pemerintah India bertekad untuk meluncurkan layanan 5G pada 2022.

Langkah tersebut juga merupakan respon dari rencana tiga negara Asia Selatan yang akan meluncurkan 5G dalam waktu dekat.

Pada sesi wawancara dengan Bloomberg, Sekretaris Kementerian Telekomunikasi India, Aruna Sundararajan mengatakan bahwa peluncuran 5G dapat dilakukan 2022, sekitar dua hingga tiga tahun setelah Korea Selatan, Jepang dan Cina meluncurkan jaringan 5G mereka.

Seperti diketahui, Korea Selatan dan Jepang merencanakan peluncuran 5G pada 2019. Langkah yang sama juga akan diikuti oleh China pada 2020.

Sundararajan mengatakan, dalam tiga tahun ke depan masyarakat India belum dapat menikmati layanan 5G. Pasalnya, ekosistem 5G perlu didorong oleh rantai pasokan, sehingga akan menciptakan permintaan. Pihaknya pun berharap seluruh kalangan industri dapat bersinergi agar 5G dapat sepenuhnya diluncurkan pada 2022.

BACA JUGA:
James Jones: Vendor Network 5G AS Lebih Aman Daripada China

Penerapan 5G di India memang memerlukan waktu. Pasalnya, akibat agresifitas pemain baru, Reliance Jio hampir dua tahun lalu, saat ini operator India masih terlibat dalam perang tarif 4G yang tak berkesudahan. Perang tarif ini membuat kinerja para operator incumbent tak lagi biru.

Dengan jumlah penduduk yang sangat besar, India kini menjadi pasar ponsel terbesar kedua di dunia di belakang China. Namun India secara tradisional tertinggal di belakang tiga pemain utama di kawasan Asia dalam hal peluncuran teknologi. Kondisi itu menjadi dorongan besar bagi Perdana Menteri (PM) Narendra Modi, untuk memperkuat India sebagai kekuatan layanan digital dalam beberapa tahun ke depan.

BACA JUGA:
Oppo Reno Lolos Ujicoba 5G di Eropa

Sehingga upaya untuk menerapkan 5G akan membuktikan langkah signifikan dalam mengembangkan inisiatif Digital India yang diprakarsai oleh PM Modi. Dengan latensi rendah dan akses internet yang meluas dengan kecepatan tinggi, hal ini akan membantu berkembangnya berbagai industri baru, sekaligus mendukung rencana pemerintah untuk membangun kota-kota pintar di seantero negeri.

“Jika kita ingin kota pintar, jelas kita memerlukan infrastruktur pintar untuk merealisasikan hal itu,” tambah Sundararajan.

BACA JUGA:
Tim Sepak Bola Australia Bangga dengan Sponsor Huawei

Di sisi lain, Analis Sanford C. Bernstein, Christopher Lane mengatakan kepada Bloomberg bahwa sedikit tertinggalnya India dari perlombaan 5G dapat terbukti bermanfaat bagi negara dalam jangka panjang.

“India memerlukan Cina untuk meluncurkan 5G. sekaligus mendorong skala ekonomi dan handset 5G yang lebih rendah,” katanya.

Otoritas Regulator Telekomunikasi India (TRAI) beberapa waktu lalu telah menguraikan proposal untuk merilis frekuensi 5G pada pita 3.6GHz. Namun harga lelang diperkirakan akan tetap tinggi menurut standar internasional. Sejauh ini tanggal untuk penetapan lelang juga belum diumumkan secara resmi oleh TRAI.