Jakarta, Selular.ID – Perusahaan pemesanan taksi berbasis di Singapura, Grab, berencana meluncurkan platform pembayaran digitalnya GrabPay di Filipina pada paruh pertama tahun 2018. Saat ini Grab sedang mengadakan diskusi dengan bank sentral negara itu untuk mendapatkan lisensi elektronik.

Manajer Grab Urusan Publik Filipina Leo Emmanuel Gonzales mengatakan, bahwa pihaknya berencana untuk meluncurkan GrabPay sebagai aplikasi pembayaran digital untuk pembelian ritel pada Q1 atau Q2, menurut laporan BusinessWorld.

Sebagaimana dilaporkan oleh BusinessWorld, saat ini Grab sudah menawarkan layanan pembayaran melalui layanan top-up GrabPay Credits dan sistem hadiah, GrabRewards.

BACA JUGA:
Cabut Suspend Driver, Ini Syarat dari Grab

Pada November tahun lalu, Grab meluncurkan toko dan restoran pembayaran GrabPay di Singapura. Langkah tersebut menyusul peluncuran P2P (peer-to-peer) layanan transfer dana pada Agustus 2017, sebagai langkah pertama menuju ruang pembayaran mobile yang lebih luas.

Untuk mendukung hal tersebut, Grab telah menandatangani sejumlah kesepakatan dengan perusahaan pembayaran selular di Asia. Pada November 2018, Grab menandatangani kesepakatan untuk menerima pembayaran untuk perjalanan melalui dompet MoMo di Vietnam – kesepakatan pertamanya dengan perusahaan pembayaran seluler di Asia Tenggara.

BACA JUGA:
Tahun Baru, Grab Banjir Order

Begitu pun dengan Indonesia. Setelah mengakusisi Kudo, Grab pada awal Juli 2018, memutuskan untuk menjalin kerjasama dengan Ovo, platform pembayaran yang dimiliki oleh grup Lippo.

Kerjasama ini memungkinkan penggunaan e-money kapan dan dimana saja, baik di pusat perbelanjaan, warung, atau pun secara online. Dengan dukungan agen-agen Kudo dan PayTren dalam mengembangkan platform pembayaran terbesar di Asia Tenggara.

Langkah Grab bergegas masuk ke dalam bisnis pembayaran elektronik akan memunginkan mereka bersaing dengan dua raksasa m-commerce WeChat Pay, dan Ant Financial (Alipay). Kedua perusahaan China itu, belakangan terus berusaha untuk memperluas pasar di luar negeri, termasuk Asia Tenggara yang terbilang menjanjikan. WeChat Pay saat ini digunakan oleh 600 juta dan Alipay 800 Juta.

BACA JUGA:
Menhub: Kesejahteraan Pengemudi Transportasi Online Harus Diperhatikan

Saat ini Grab mengklaim melayani 63 juta pengguna di seluruh Asia Tenggara. Pasca akusisi terhadap Uber, perusahaan terlibat persaingan sengit dengan GoJek yang kini juga telah memperluas pasar di Vietnam.