Monday, August 19, 2019
Home News Avast : 120 Smart Home Beresiko Kebocoran Data

Avast : 120 Smart Home Beresiko Kebocoran Data

-

Jakarta, Selular.ID – Ratusan smart homes dan bisnis di Indonesia dalam risiko kebocoran data. Ini dikarenakan penyalahan konfigurasi protokol yang digunakan untuk interkoneksi dan pengaturan perangkat smart home via smart home hubs.

Berdasarkan riset terbaru Avast, ditemukan lebih dari 49,000 server Message Queuing Telemetry Transport (MQTT) secara publik dapat terlihat pada internet dikarenakan penyalahan konfigurasi protokol MQTT. Ini termasuk lebih dari 32,000 servers, 120 nya berasal dari indonesia, tanpa proteksi kata sandi, membuat penguna berada dalam risiko kebocoran data.

“Sangat mudah untuk mendapatkan akses dan kendali atas smart home seseorang. Karena masih banyak protokol yang kurang aman yang berasal dari era teknologi sebelumnya ketika saat itu keamanan tidak menjadi perhatian yang utama. Konsumen harus sadar akan masalah keamanan saat menghubungkan perangkat yang mengontrol bagian paling pribadi dari rumah mereka ke layanan yang tidak sepenuhnya mereka pahami dan pentingnya mengkonfigurasi perangkat mereka dengan benar,” ujar Martin Hron, peneliti keamanan di Avast melalui keterangan resminya.

Pada saat mengimplementasikan protokol MQTT, pengguna memerlukan sebuah server. Bagi para konsumen, server biasanya digunakan/berjalan di PC atau beberapa komputer mini seperti Raspberry Pi, dimana perangkat tersebut dapat terhubung dan berkomunikasi.

Apabila protokol MQTT itu sendiri dianggap aman, masalah keamanan yang parah mungkin terjadi adalah jika MQTT tidak diimplementasikan dan dikonfigurasi secara benar. Penjahat cyber dapat memperoleh akses secara penuh pada sebuah rumah dan mengetahui apakah pemiliknya sedang berada di rumah atau tidak, memanipulasi sistem hiburan, asisten suara dan perangkat rumah tangga, dan melihat apakah pintu dan jendela pintar terbuka atau tertutup.

Dalam kondisi tertentu, penjahat cyber bahkan dapat melacak keberadaan pengguna serta dapat menjadi masalah privasi yang serius dan ancaman keamanan.

Latest