Monday, October 14, 2019
Home News Advan : Brand Smartphone Lokal Tak Gentar Bersaing dengan Vendor Global

Advan : Brand Smartphone Lokal Tak Gentar Bersaing dengan Vendor Global

-

Jakarta, Selular.ID – Keberadaan brand smartphone lokal sudah mampu disejajarkan dengan brand global di negeri sendiri. Kualitas produk yang mereka hasilkan setara dengan vendor ponsel global. Masyarakat Indonesia pun sudah mengenal dan menyukai produk ponsel lokal asli Indonesia.

Posisi mereka di negeri sendiri semakin kuat di tengah gempuran produk global yang masuk ke Indonesia. Nama-nama besar seperti Advan, Evercoss, Polytron terus menghadirkan smartphone berkualitas dan mengukuhkan posisi mereka di negeri sendiri bahkan di kancah internasional.

Bahkan para vendor ponsel lokal berencana membuat sebuah asosiasi yang menaungi brand lokal seperti Advan, Evercoss dan lainnya.

Asosiasi ini sangat diperlukan untuk memperkuat posisi brand lokal di negeri sendiri agar tidak tergusur oleh brand lokal.

Pendirian asosiasi brand lokal ini mendapat sambutan baik dari pemerintah Indonesia melalui Kominfo.

Keberadaan asosiasi ini akan memudahkan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan vendor ponsel lokal agar bisa terus bersaing dengan brand global.

Salah satunya dalam bentuk kemudahan perizinan hingga insentif pajak.

“Melalui asosiasi ini kita bersama brand lokal lain akan bersatu untuk memecahkan solusi bersama. Jika salah satu anggota asosiasi terkena masalah, kita akan memecahkan masalah bersama melalui diskusi dengan anggota dan pemerintah Indonesia,” jelas Tjandra kepada Selular di Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Dikatakan Tjandra, para vendor lokal termasuk Advan berkomitmen untuk terus menghadirkan smartphone terbaik untuk menghadapi gempuran brand global.

“Kami bersyukur asosiasi ini dapat dukungan penuh dari pemerintah Indonesia termasuk Kominfo dan Kementerian Perindustrian. Untuk masalah perizinan dan lain sebagainya dimudahkan dan proses nya cepat,” papar Tjandra.

Menurut Tjandra dukungan pemerintah Indonesia kepada brand lokal mampu memperkuat posisi kami di negeri sendiri.

“Kalau untuk jumlah anggota asosiasi, saya masih belum tahu pasti jumlahnya. Kemungkinan 5 besar. Asosiasi ini masih belum terbentuk. Kini dalam tahap pengenalan produk sebagai importir bukan sebagai produsen,” tutup Tjandra.

Latest