Pihak Grab, INDEF beserta para pengamat melakukan diskusi publik seputar ofik (Donnie Pratama Putra/SelularID)

Jakarta, Selular.ID – Hasil survei Institute for Development of Ekonomic and Finance (INDEF) ditemukan banyak terjadi order fiktif (ofik) dari Gojek maupun Grab. Survey ini melibatkan 516 pengemudi dari kedua platform transportasi online tersebut. Mayoritas mitra pengemudi (61%) menyatakan bahwa mereka mengatahui rekannya yang melakukan ofik. Ini dilakukan untuk mendapatkan insentif.

Oknum ofik tersebut menggunakan fake GPS untuk melancarkan aksinya. Lebih dari setengah mitra pengemudi (81%) mendapat order fiktif setiap minggu nya. Sementara 37% mitra pengemudi mendapatkan order fiktif setiap harinya.

“Seharusnya Gojek dan Grab meningkatkan sistem keamanan mereka untuk mengurangi ofik tersebut. 39% pengemudi menyatakan bahwa perusahaan transportasi online tersebut tidak mendeteksi kecurangan yang terjadi di lapangan,” ungkap Berly Martawardaya, Direktur Program INDEF saat avara diskusi publik di kantor INDEF, Jakarta, Kamis (7/6/2018).

BACA JUGA:
Go-Pay Gandeng Filantropi Indonesia Kembangkan Filantropi Digital

Hampir setengah mitra pengemudi (53%) tidak setuju dengan tindakan kecurangan ofik yang dilakukan teman mereka. Sekitar 34% sudah memperingatkan teman mereka yang melakukan penipuan tersebut.

46% mitra driver Gojek mengatakan bahwa perusahaan mereka tidak mengetahui ofik ini. Sedangkan 30% mitra Grab mengatakan hal serupa bahwa Grab tidak mengetahui penipuan ini. Tercatat, Gojek paling banyak melakukan order fiktif sebesar 42%. Sedangkan jumlah order fiktif yang terjadi di Grab lebih rendah dibanding Gojek dengan angka 28%.

BACA JUGA:
Awal 2019, Grab Capai 3 Miliar Perjalanan

“Ofik ini jelas menimbulkan kerugian begitu besar, baik bagi perusahaan maupun mitra driver kami. Ini menjadi masalah serius yang harus kami selesaikan. Kami melakukan beberapa upaya untuk menanggulangi ofik ini,” jelas Tri Sukma Anreianno, Head of Public Affairs Grab Indonesia di tempat yang sama.

Tri mengatakan, tahun 2017 lalu Grab telah mengadakan kampanye anti ofik dan tuyul.

BACA JUGA:
Ini Tanggapan Pengamat Soal Unicorn Alihkan Dana ke Luar Negeri

“Dari segi teknologi kita menghadirkan tools yang dapat mendeteksi ofik tersebut. Fake GPS yang digunakan driver, tidak bisa digunakan lagi untuk berbuat kecurangan. Jika masyarakat atau sesama pengemudi menemui kecurangan, maka segera bisa dilaporkannya,” tegas Tri.

Baca juga: Grab Akan Tangkap Semua Pengemudi yang Pakai Tuyul

Dijelaskannya, Grab bersama Kepolisian RI berhasil meringkus sindikat ofik ini.

“Sejauh ini di Indonesia sendiri ofik sudah berhasil diatasi Grab sebesar 80%. Di wilayah Asia Tenggara sendiri sekitar 20% order fiktif yang berhasil ditumpas,” tutup Tri.