Wednesday, May 22, 2019
Home News Evercoss : Ada Praktek Dumping Dibalik Ponsel Gaib

Evercoss : Ada Praktek Dumping Dibalik Ponsel Gaib

-

Jakarta, Selular.ID – Fenomena ponsel gaib di Indonesia memang tengah trend saat ini. Para netizen memberi julukan sendiri untuk smartphone anyar yang dijual di e-commerce dengan program flash sale. Kenapa disebut gaib ? karena jumlah nya sangat terbatas sehingga masyarakat Indonesia tidak bisa mendapatkan ponsel tersebut.

Xiaomi Redmi Note 5 salah satunya yang menjadi ponsel gaib. Spesifikasi tinggi dengan harga terjangkau menimbulkan antusias masyarakat Indonesia. Inilah yang menjadi latar belakang ponsel gaib.

“Seharusnya brand smartphone global di Indonesia tidak ada kendala dalam memproduksi produk. Karena jumlah pabrik dan store nya lebih banyak yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Saya juga tidak tahu kenapa bisa disebut gaib,” ucap Suryadi Willim, Manager ATL Evercoss saat ditemui SelularID di PRJ, Jakarta, Senin (4/6/2018).

Diakuinya, Evercoss sebagai brand lokal terkadang mengalami kesulitan saat produksi dan distribusi smartphone.

“Kalau Evercoss untuk toko, service center dan pabriknya masih sedikit di Indonesia sendiri. Pabrik kita hanya satu di Semarang. Untuk toko retail, kita sudah ada sekitar 200-an yang tersebar di kota besar meliputi Jawa, Sumatra, Kalimantan dan lainnya. Jumlah nya sendiri belum sebanyak brand global yang mengembangkan sayap di Indonesia,”

Dikatakannya, Evercoss akan terus memperluas pasar Indonesia. Bahkan akan mengepakan sayap di wilayah Asia.

“Sebelum pemerintah menerapkan aturan TKDN, kami sudah merakit ponsel di pabrik sendiri di Semarang. Beberapa komponen kita produksi sendiri. Chipset, baterai dan komponen lain masih di import dari luar,” ungkap Suryadi.

Geliat pasar brand smartphone lokal sendiri tidak membuat Evercoss merasa tersaingi. Bahkan Evercoss akan membuat asosiasi yang menaungi brand lokal.

“Kita tidak saling hantam sesama brand lokal, justru saling support. Advan, Polytron dan lainnya akan kita ajak kolaborasi. Bentuk asosiasinya akan seperti apa kita belum tahu. Kemungkinan kita akan buat produk bersama,” tegas Suryadi.

Jika dengan sesama brand lokal tidak merasa berkompetisi, lantas bagaimana dengan brand global ? Suryadi menduga ada praktek Dumping yang dilakukan brand global untuk menjaring minat masyarakat Indonesia yang memicu lahirnya ponsel gaib tersebut.

Praktek Dumping sendiri merupakan praktek menjual barang di pasar luar negeri dengan harga yang lebih rendah dari harga di pasar dalam negeri. Biaya produksi dan pemasaran rendah dirasakannya mampu menghancurkan pasar smartphone menengah di Indonesia, khususnya brand lokal.

Baca juga: Xiaomi Disinyalir Lakukan Dumping Penjualan Redmi 5A

Suryadi menjelaskan bahwa saat ini Evercoss fokus ke offline.

“Pasar e-commerce itu lebih ke harga murah dengan spesifikasi tinggi. Produk Evercoss di harga 1 jutaan yang laris di e-commerce. Kita kerjasama dengan Tokopedia, Shopee dan e-commerce leasing, Akulaku untuk memasarkan produk Evercoss,” tutup Suryadi.

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest