Kamis, 23 Mei 2024
Selular.ID -

Kominfo : 70% Konten Terorisme di Internet Telah Dihapus

BACA JUGA

Jakarta, Selular.ID – Kasus terorisme marak terjadi belakangan waktu terakhir di Indonesia, termasuk Jakarta. Sebut saja kasus bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya pekan lalu.

Internetpun menjadi media untuk melancarkan aksi teror para teroris. Mulai dari Facebook, Twitter, Google, YouTube, pesan instan dan lainnya.

Menanggapi hal ini, pemerintah Indonesia melalui Kominfo, Kepolisan bersama Facebook dan Google menggelar pertemuan membahas seputar konten terorisme.

“Akun Facebook sekitar 450 sudah di blokir. Twitter sekitar 60 – 70%, sekitar setengah nya sudah kita take down. Telegram sekitar 300 dan YouTube sebesar 70% sekitar 250,” ujar Rudiantara, Menteri Kominfo di kantornya, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Rudiantara menambahkan bahwa, pihaknya bersama Kepolisian RI terus memonitor segala konten berbau radikalisme dan terorisme. Menurutnya, jika masih ada konten terorisme di platform tersebut yang belum diblokir, dibutuhkan untuk proses penyelidikan Kepolisian. Rudiantara menghimbau kepada masyarakat

“Saat ini kami menunggu proses penyelidikan pihak Kepolisian untuk segera menghapus semua konten terorisme. Jika konten terorisme pasti cepat diselesaikan karena menyangkut keamanan NKRI. Bukan berarti konten negatif lain tidak diperhatikan, namun konten terorisme lebih diprioritaskan,” imbuh Rudiantara.

Kominfo mengucapkan keprihatinan atas duka mendalam atas peristiwa terorisme.

“Kami bekerja hampir 24 jam dan bekerjasama dengan pemerintah untuk menghapus konten terorisme,” tutup Dani Hardyanto, Public Policy Lead Google.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU