Wednesday, July 17, 2019
Home Selular Congress Galip Fu Sabet Penghargaan “Excellence in Performance”

Galip Fu Sabet Penghargaan “Excellence in Performance”

-

Jakarta, Selular.ID – Selain katagori utama (operator, smartphone, teknologi jaringan, aksesoris, aplikasi dan konten) ajang Selular Award yang digelar setiap tahunnya oleh Selular Network, juga menganugerahkan special award. Penghargaan khusus ini mencakup tiga sub kategori yakni Excellence in Performance, Excellence in Media dan CEO of The Year.

Berbeda dengan penghargaan di katagori utama yang menyasar brand atau korporat, special award diberikan kepada eksekutif atau profesional yang memiliki kinerja cemerlang dalam memajukan perusahaan.

Pada perhelatan Selular Award 2018 yang digelar di Le Meridien Hotel, Jakarta (3/5/2018), Excellence in Performance dianugerahi kepada tiga professional yang dinilai berprestasi. Salah satunya adalah Country Marketing Manager Asus Indonesia Galip Fu.

Kiprah Galip Fu sebenarnya terbilang baru di Indonesia. Pasalnya sejak lama, Asus identik dengan kehadiran tokoh sentral, yakni Yuliana Cen.

Melesatnya Asus ke posisi top five vendor smartphone di Indonesia pada periode 2015 – 2016, tak bisa dilepaskan dari kontribusi Yuliana.

Namun ditengah keberhasilan tersebut, Yuliana memutuskan untuk mundur, setelah 12 tahun bergabung dengan perusahaan Taiwan itu. 31 Januari 2017, menjadi penanda karir terakhir Yuliana di Asus. Selanjutnya ia mencoba peruntungan bersama raksasa perangkat lunak, Microsoft.

Mundurnya Yuliana memberikan jalan bagi Galip. Namun, memasuki 2017, kinerja Asus sesungguhnya tengah menurun. International Data Corporation (IDC) Indonesia mengeluarkan data pangsa pasar ponsel pintar di kuartal ketiga 2017.

Asus yang sempat berada di posisi lima besar, bahkan pernah menjadi vendor terbesar kedua di Indonesia pada 2015, secara mengejutkan tersingkir pada kuartal ketiga 2017.

Dua vendor China, Vivo dan Xiaomi masuk ke posisi empat dan lima besar, menempel ketat tiga produsen di atasnya, yakni Advan, Oppo dan Samsung.

Kegagalan Asus mempertahankan posisi dalam dua tahun terakhir, tak pelak menjadi tantangan bagi brand yang juga produsen desktop dan notebook terkemuka ini.

Namun bagi Galip, penurunan kinerja itu tak membuatnya menjadi risau. Pasalnya, penurunan pangsa pasar tersebut merupakan konsekuensi dari pergeseran strategi Asus di Indonesia.

Awalnya, Asus fokus pada smartphone seharga Rp 1,5 juta ke bawah,  namun setelah itu, Asus mulai mencoba untuk masuk ke pasar yang lebih menjanjikan, yakni segmen mid range yang semakin membesar sekaligus menawarkan margin keuntungan lebih tinggi.

Namun, untuk bertarung di segmen ini, memberikan banyak konsekwensi. Pertama tentu saja, Asus harus meningkatkan kualitas produk dan memberikan pengalaman yang lebih baik ke konsumen.

Kedua, Asus harus siap bertarung dengan banyak brand, terutama vendor-vendor China yang semakin agresif.

Di sisi lain, harga smartphone besutan Asus mau tak mau juga merangkak naik. Hal ini tentu saja membuat konsumen yang sebelumnya memilih Asus karena faktor harga yang lebih murah, mulai berpindah ke brand lain.

Menurut Galip, semua konsekuensi untuk naik tingkat tentunya membuat Asus harus berjuang lebih keras lagi. Ini membuat harga produk Asus sedikit lebih tinggi, yang mulai terasa pada ZenFone generasi kedua dan seterusnya.

Tapi, Galip menegaskan pihaknya lebih berkomitmen untuk memberikan user experience terbaik kepada pengguna.

Baca juga: Inilah Pemenang Selular Award 2018

“Tentu saja kami harus tetap menjaga pangsa pasar. Namun sebenarnya, bila pangsa pasar kami sedikit turun demi naik kelas, untuk jangka waktu panjang, itu sehat. Kalau hanya memikirkan pangsa pasar saja, kapan saatnya kita tingkatkan kualitas produk?” tukasnya.

Kini, Asus Indonesia memang tengah berkonsentrasi untuk menghadirkan berbagai ponsel pintar dengan rentang harga Rp 2,5 – Rp 3 jutaan. Peralihan target konsumen pun mulai terasa sejak 2017 dan terus berlanjut hingga kini.

Terbukti sejak pertengahan 2017 hingga memasuki kuartal pertama 2018, beragam smartphone Asus telah diluncurkan ke pasar Indonesia.

Galip Fu pun menegaskan, produk mereka memang dibuat untuk kalangan milenial. Selain desain yang elegan dan kamera yang mumpuni, fitur lain yang diandalkan dari berbagai seri adalah ketahanan baterei.

Seperti varian Zenfone Max Plus yang memiliki kapasitas baterai sebesar 4130mAh. Smartphone ini terbukti dapat diandalkan untuk melakukan aktivitas seharian penuh seperti browsing, chatting dan sosial media.

Varian lain adalah Zenfone Max M1, smartphone yang ditujukan bagi gamer yang ingin memiliki smartphone bertenaga dengan kapasitas baterai besar.

Selain smartphone untuk gaming, brand asal Taiwan ini juga mengenalkan smartphone yang ditujukan khusus bagi mereka yang mencintai fotografi yakni Zenfone 5Q.

Upaya Asus menggelontorkan banyak produk agar bisa bersaing dengan vendor lain di segmen menengah, terbukti mampu mengatrol perceive quality di segmen menengah, sekaligus meningkatkan penjualan. Imbasnya market share Asus pun kembali meningkat.

Menurut laporan IDC, pada kuartal keempat 2017, Asus telah kembali menempati posisi keempat dengan pangsa pasar 6,5%. Mengungguli Vivo yang berada di posisi lima dengan market share 6%.

Dengan pencapaian tersebut, Galip Fu layak menyabet penghargaan “Excellence in Performance” di ajang Selular Award 2018. Namun tentu saja keberhasilan Galip juga merupakan buah dari seluruh sinergi tim yang dimiliki Asus.

Selamat untuk Galip dan Asus!

Latest