spot_img
BerandaNewsMengisi Baterai Secara Konvensional Lebih Baik ketimbang Wirreless Charging 

Mengisi Baterai Secara Konvensional Lebih Baik ketimbang Wirreless Charging 

-

Jakarta,Selular.ID - Teknologi wireless charging mulai marak  disematkan  di smartphone.Sistem tersebut meluas diadopsi karena dinilai lebih aman. Pasalnya, kemungkinan terjadi hubungan arus pendek atau korsleting dipastikan nol.

Alat pengisi daya nirkabel juga dianggap lebih tahan lama karena kabel tak mudah rusak. Teknologi ini pun dinilai ramah lingkungan karena bersifat non-radiatif.

Wireless Charging juga menjadi teknologi unggulan yang diandalkan Apple.Salah satu fitur baru yang dihadirkan oleh iPhone 8, iPhone 8 Plus, dan iPhone X adalah kemampuan pengisian baterai nirkabel, alias wireless charging.

Dilansir Bgr, walaupun praktis mengisi baterai karena tidak terhubung ke kabel, wireless charging kabarnya dapat membawa efek buruk ke baterai iPhone.

Hal tersebut diungkapkan Adrian Kingsley Hughes, pemilik iPhone 8 Plus, yang curiga bahwa kinerja ponsel tersebut makin lama makin menurun setelah menggunakan wireless charger.

Adrian kemudian memasang aplikasi CoconutBattery untuk memantau recharge cyle iPhone 8 Plus miliknya. Recharge cyclea dalah siklus pengisian baterai dari 0 hingga 100 persen dan berlaku kumulatif.

wireless charging

Misalnya, pengguna memakai baterai ponsel 75 persen hingga tersisa 25 persen, lalu mengisi hingga 100 persen malam harinya. Apabila esok harinya baterai dipakai 25 persen, maka akan dihitung sebagai satu siklus pengisian.

Baterai iPhone dirancang untuk sanggup menyimpan daya sebesar 80 persen kapasitas awal dalam 500 kali recharge cycle, yang biasanya dicapai dalam jangka waktu 2 hingga 3 tahun.

Namun, dari CoconutBattery, Adrian mengetahui bahwa iPhone 8 Plus miliknya sudah mengalami 135 recharge cycle dalam waktu kurang dari 6 bulan.

Siklus pengisian baterai pun semakin lama semakin sering dilakukan, sehingga mengindikasikan baterai bocor artinya daya tampungnya berkurang, meski sebenarnya masih relatif baru.

Adrian mengatakan kemungkinan penyebabnya adalah baterai yang bekerja lebih keras ketika diisi secara wireless, ketimbang dengan kabel.

Baca juga: Wireless Charging Bakal Jadi Fitur Standar Smartphone di 2017Baterai

Menurut Adrian. kinerja baterai iPhone pun menurun lebih cepat dengan wireless charging. Dia tak menjelaskan, apa persisnya merek dan tipe wireless charger yang dipakai.

Di pasaran diketahui ada beberapa wireless charger yang kompatibel, dan bisa dipakai dengan iPhone 8, iPhone 8 Plus, dan iPhone X.

Adrian pun memutuskan untuk kembali ke metode charging konvensional, yakni dengan kabel. Dia menyarankan pengguna lain melakukan hal yang sama, kecuali memang sudah berencana mengganti baterai kurang dari dua tahun sekali.

Sebagai informasi, teknologi pengisian daya nirkabel bukan barang baru. Ilmuwan Amerika Serikat, Nikola Tesla, pada 1891 telah menjadi orang pertama yang mencoba teknologi transmisi energi nirkabel ini. Saat itu, dia sukses menyalakan lampu listrik tanpa kabel.

spot_img
spot_img

Artikel Terbaru