Beranda News Telco BRTI Meminta Layanan Indosat Prime Dibekukan

BRTI Meminta Layanan Indosat Prime Dibekukan

-

Jakarta, Selular.ID – Kisruh ‘sedot pulsa’ yang dilakukan oleh Indosat melalui layanan Indosat Prime memasuki tahap baru. Setelah konsumen ribut di media sosial karena pulsanya berkurang akibat “dipaksa” menggunakan layanan Indosat Prime, akhirnya Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) memanggil Indosat untuk dimintai keterangannya.

Taufik Hasan, Anggota BRTI membenarkan bahwa pihaknya telah memanggil Indosat pada Selasa sore (27/3). Pihak Indosat yang diwakili oleh Fajar Aji Suryawan, Group Head Regulatory & Government Relations ‎Indosat Ooredoo menjelaskan kepada Pihak BRTI bahwa tarif yang dikenakan oleh Indosat melalui produk Indoosat Prime sudah sesuai dengan 09/PER/M.KOMINFO/04/2008 tentang Tatacara Penetapan Tarif Jasa Telemunikasi yang Disalurkan Melalui Jaringan Bergerak Selular.

“Jadi pihak Indosat mengklaim layanan Indosat sudah sesuai dengan PM 9 tentang tarif jasa telekomunikasi. Yang mereka ubah adalah struktur tarif namun masih sesuai dengan PM 9 tersebut. Khususnya biaya fasilitas tambahan,” Terang Taufik.

Lanjut Taufik menyampaikan, selama ini Indosat mengaku sudah melihat profiling pelanggan Indosat melalui customer development. Dengan melihat profiling tersebut maka Indosat mulai menerapkan Indosat Prime secara terbatas sejak Februari 2018. Dan mulai Maret 2018, Indosat menerapkan Indosat Prime ini kepada pelanggan lainnya yang lebih banyak.

‘Fasilitas tambahan’ yang diberikan Indosat melalui layanan Indosat Prime dinilai Taufik kurang sosialisasi. BRTI meminta agar Indosat dapat memperbaiki sosilisasi mengenai adanya tambahan dari layanan Indosat Prime. Tujuannya agar pengguna Indosat jelas dengan produknya dan mengerti Indosat Prime. Pelanggan yang mau saja yang seharusnya dikenakan biaya.

“Pelanggan seharusnya jangan dikenakan biaya terlebih dahulu. Setelah setuju baru dikenakan biaya. BRTI akan meminta agar layanan Indosat Prime di freeze terlebih dahulu,”pungkas Taufik.

Sebagai informasi, dalam PM No,9 tentang jasa telekomunikasi pasal pasal 3 ayat 1 tentang penyelenggaraan jasa telekomunikasi disebutkan, struktur tarif telekomunikasi terdiri dari biaya aktivasi, biaya berlangganan bulanan, biaya penggunaan dan biaya fasilitas tambahan.

Dalam pasal yang sama di ayat ke 5 dijelaskan bahwa biaya fasilitas tambahan merupakan biaya yang dibebankan oleh penyelenggara kepada pengguna atas penggunaan suatu fasilitas tambahan. Sedangkan di pasal 6 dijelaskan yang dimaksud dengan fasilitas tambahan yang ada di pasal 3 ayat 1 adalah biaya yang dibebankan oleh penyelenggara kepada pengguna untuk setiap penggunaan fasilitas tambahan short message services (SMS).

Baca juga: BRTI Bakal Panggil Indosat Terkait Produk Prime

Apakah Indosat Prime termasuk dalam katagori fasilitas tambahan seperti yang terdapat dalam ketentuan tersebut?

Buyer's Guide

Samsung Galaxy A21s Kini Tampil dengan Warna dan Memori...

Jakarta, Selular.ID - Samsung Indonesia kembali menghadirkan varian baru dari Galaxy A21s. Perangkat lini...

7 Smartphone Xiaomi dengan Fast Charging Hingga 65W

Jakarta, Selular.ID – Bulan lalu kami menghadirkan panduan belanja tujuh smartphone Xiaomi dengan fitur...

5 Smartphone Oppo dengan Quad Camera Terbaik

Jakarta, Selular.ID -   Kamera kini menjadi salah satu fitur penting dalam memilih sebuah smartphone....

Smartphone Refresh Rate 90Hz Harga Rp2 Jutaan

Jakarta, Selular.ID - Bagi penggemar game mobile, teknologi refresh rate sangat diperlukan supaya bisa...

Xiaomi Redmi 9 Lunar Gold Meluncur di Indonesia

Jakarta, Selular.ID - Xiaomi kembali merilis anggota baru dari jajaran Redmi 9 Series. Perangkat...

Oppo Reno4 Pro Banting Harga

Jakarta, Selular.ID - Memasuki bulan November, dua ponsel Oppo mendapat penyesuaian harga. Baru diluncurkan...

Artikel Terbaru

Kategori Terkait