Jakarta, Selular.ID – Dengan populasi smartphone yang semakin membesar, diprediksi sepertiga pengguna ponsel cerdas di dunia akan menggunakan pembayaran mobile point of sale (PoS) selama 2018. Demikian perkiraan perusahaan riset eMarketer yang dipublikasikan pekan ini.

Dalam sebuah laporan tentang tren pembayaran PoS mobile, eMarketer mengungkapkan bahwa 35 persen orang berusia di atas 14 tahun dengan sebuah smartphone diperkirakan akan menggunakan layanan ini setidaknya sekali dalam enam bulan pada 2018.

Ekosistem yang semakin membaik, membuat jumlah pengguna di seluruh dunia diperkirakan akan melampaui 1 miliar untuk pertama kalinya di tahun 2020, mewakili pertumbuhan dua digit di 2018 dan 2019.

eMarketer mengatakan China akan terus menjadi pemimpin dunia di industri mobile payment, meski dominasinya akan ditantang oleh penetrasi yang meningkat di pasar lain.

Baca juga: Prediksi Pertumbuhan Mobile Payments di Indonesia

Pada akhir 2018, China memperkirakan jumlah pembayaran mobile di China mencapai 61 persen, meski pangsa pasarnya turun menjadi 56 persen pada 2021.

Selain memprediksi tingkat penggunaan, eMarketer juga menunjuk sejumlah faktor yang mempengaruhi penetrasi teknologi di berbagai wilayah.

Di Eropa Barat, disebutkan bahwa popularitas kartu kredit dan debit tanpa kontak berarti konsumen cenderung tidak menggunakan pembayaran selular di ponsel cerdas mereka. Di pasar berkembang di Amerika Latin, Timur Tengah dan Afrika, dikatakan bahwa penetrasi rekening bank yang rendah dan penggunaan smartphone yang terbatas merupakan masalah utama.

Di seluruh pasar berkembang, laporan tersebut memberi tip pada stiker tanpa kontak – serupa dengan yang diluncurkan pada 2017 oleh Safaricom di Kenya – untuk mendorong pertumbuhan pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal.