Jakarta, Selular.ID – Ooredoo Group melaporkan pertumbuhan pendapatan data dan kenaikan laba bersih 13 persen per tahun selama triwulan IV-2017, sebagian mengimbangi dampak peraturan dan faktor lain yang mempengaruhi pendapatan sebelumnya.

Laba untuk setahun penuh turun 10 persen menjadi QAR 2 miliar, dengan penurunan tersebut disebabkan oleh dampak pungutan pemerintah baru di Oman dan sejumlah faktor lain yang meningkat pada 2016. Pendapatan mencapai QAR 32,7 miliar sebagian besar flat dibandingkan periode 2016.

Ooredoo melaporkan peningkatan penggunaan data di seluruh anak perusahaannya sepanjang 2017, karena peluncuran 4G yang terus berlanjut. Pada akhir Desember, layanan 4G sudah tersedia di delapan dari 10 negara. Data menyumbang 46% dari total pendapatan pada 2017, naik dari 40 per persen pada tahun 2016. Pendapatan tahunan yang dikaitkan dengan data meningkat 16% YoY (year-on-year) menjadi QAR 15,3 miliar.

Dengan tingginya kebutuhan layanan data, total jumlah pelanggan grup yang bermarkas di Doha (Qatar) itu adalah 164 juta pada akhir tahun, naik 18% dibandingkan periode 2016. Pertumbuhan pelanggan data terutama didorong oleh kampanye di Indonesia, Irak, Oman, Aljazair, Tunisia, Maladewa dan Palestina.

CEO Oredoo Group Sheikh Saud bin Nasser Al Thani memuji hasil yang solid di seluruh anak perusahaan dan menambahkan bahwa perusahaan terus merampingkan operasi dan mencapai penghematan yang signifikan pada 2017, terutama melalui fokus kami pada pembelian infrastruktur dan terpusat.

Dia menyimpulkan bahwa keberhasilan saat ini karena bisnis data yang dimonetisasi dengan baik. Ia juga menyebutkan Ooredoo adalah operator pertama di dunia yang menawarkan pengalaman kecepatan 5G di pasar asalnya, Qatar.