spot_img
BerandaNewsE-CommerceDi Jepang, Sony Terjun ke Bisnis Taksi Online

Di Jepang, Sony Terjun ke Bisnis Taksi Online

-


Jakarta, Selular.ID – Sony mengatakan pihaknya bermitra dengan Daiwa Motor Transportation dan lima perusahaan taksi lokal di Jepang untuk membangun sistem taxi-hailing baru yang akan mencocokan pengemudi dengan penumpang melalui aplikasi mobile. Serupa dengan cara Gojek, Grab, dan Uber, mengelola layanan ride-sharing mereka.

Dilansir Selular.ID dari Nikkei, Sony berencana menggunakan AI untuk memprediksi permintaan dengan lebih baik untuk mengirim taksi lebih efisien, dengan mempertimbangkan lalu lintas, catatan berkendara pengemudi, cuaca, dan kegiatan lokal.

Sony sebelumnya telah menerapkan teknologi AI-nya pada produk seperti anjing robot Aibo.

Sony bertujuan untuk meluncurkan usaha baru di musim semi bersamaan dengan layanan pembayaran baru. Keenam perusahaan taksi tersebut (Green Cab, International Motor, Kusumi Transportation, Checker Cab Radio Cooperative Association, Hinomaruku Transporation, dan Daiwa Motor) yamg memiliki gabungan armada 10.000 taksi di Greater Tokyo Area.

Sony mengatakan sedang menggarap platform yang memungkinkan operator taksi lain ikut serta.

Pengumuman Sony muncul bersamaan dengan kunjungan CEO Uber Dara Khosrowshahi yang saat ini berada di Tokyo, yang tengah mencoba melakukan terobosan baru ke pasar Jepang.

“Sangat jelas bagi saya, Uber harus menjalin kemitraan, dan khususnya kemitraan dengan perusahaan taksi di sini, yang sebenarnya memiliki produk yang sangat kuat. Tapi produk itu belum sesuai dengan perubahan teknologi,” kata Khosrowshahi, menurut Bloomberg.

Baca juga :  Official Store Ranch Market Hadir di Bliblimart

Pasar taksi Jepang bernilai $16 miliar (Rp219 triliun), dan Uber menguasai kurang dari 1 persennya. Industri ride-hailing Jepang kian ramai.

Baca juga: Seri Xperia Ini Menjadi Andalan Sony di 2018

Baca juga :  Official Store Ranch Market Hadir di Bliblimart

Aplikasi pesan populer Line sebelumnya telah meluncurkan layanan taksi di Tokyo pada bulan Februari, Toyota juga mengumumkan investasi 7,5 miliar yen (Rp958 miliar) ke JapanTaxi, sebuah aplikasi csb-hailing. Toyota juga sebelumnya berinvestasi di Uber.

spot_img

Artikel Terbaru